Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Aman Naik Motor Saat Asap Kebakaran Hutan Makin Pekat
ilustrasi riding di tengah asap (pexels.com/Luis Pimenttel)
  • Asap kebakaran hutan mengancam pengendara motor karena mengganggu pernapasan, mengurangi jarak pandang, dan membuat kondisi jalan sulit diprediksi.
  • Gunakan masker yang menyaring partikel, helm bervisor bersih, serta pakaian tertutup; tunda perjalanan bila jarak pandang sangat terbatas.
  • Sesuaikan kecepatan, jaga jarak, nyalakan lampu utama, tetap fokus, dan periksa lampu, ban, serta rem; berhenti di lokasi aman saat asap makin tebal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau ada asap kebakaran hutan, naik motor bisa susah dan bahaya. Asap membuat mata perih dan jalan susah dilihat. Pakai masker rapat, helm bersih, jaket, dan sarung tangan. Jalan pelan, nyalakan lampu, dan jaga jarak. Kalau asap sangat tebal, berhenti di tempat aman atau jangan pergi dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asap kebakaran hutan bisa menjadi ancaman serius bagi pengendara motor. Selain mengganggu pernapasan, asap pekat juga dapat mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat kondisi jalan sulit diprediksi.

Berkendara di tengah kabut asap membutuhkan kewaspadaan ekstra. Jika perjalanan memang tidak bisa ditunda, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu mengurangi risiko selama berada di jalan.

1. Gunakan perlengkapan yang tepat untuk melindungi tubuh

ilustrasi riding di tengah asap (pexels.com/Luis Pimenttel)

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap saluran pernapasan dan mata. Gunakan masker yang mampu menyaring partikel dengan lebih baik, serta pastikan masker terpasang rapat agar paparan asap yang terhirup bisa dikurangi. Jangan hanya mengandalkan masker tipis jika kondisi asap benar-benar pekat.

Helm dengan visor juga sebaiknya digunakan untuk melindungi mata dari debu dan partikel yang terbawa udara. Pastikan visor dalam keadaan bersih agar pandangan tidak semakin terganggu. Jika visor mulai tertutup embun atau kotoran, berhenti di tempat aman untuk membersihkannya.

Gunakan pula jaket, sarung tangan, celana panjang, dan alas kaki tertutup. Perlengkapan ini memang tidak sepenuhnya melindungi dari paparan asap, tetapi dapat mengurangi kontak langsung kulit dengan debu dan abu yang beterbangan di jalan.

Sebelum berangkat, pertimbangkan kembali apakah perjalanan benar-benar mendesak. Jika jarak pandang sudah sangat terbatas, pilihan paling aman adalah menunda perjalanan sampai kondisi udara dan jalan memungkinkan untuk dilalui.

2. Kurangi kecepatan dan jangan memaksakan perjalanan

ilustrasi pengendara motor yang sedang touring (pexels.com/Nishant Aneja)

Asap pekat dapat membuat objek di depan sulit terlihat. Kendaraan lain, pejalan kaki, lubang jalan, hingga tikungan bisa muncul secara tiba-tiba. Karena itu, kecepatan motor harus disesuaikan dengan jarak pandang yang tersedia.

Jangan memaksakan melaju cepat hanya karena merasa sudah hafal dengan rute yang dilalui. Kondisi jalan bisa berubah dan kendaraan di depan mungkin melakukan pengereman mendadak. Jaga jarak lebih jauh dari kendaraan lain agar tersedia waktu dan ruang untuk bereaksi.

Nyalakan lampu utama agar motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Namun, tetap hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya pada partikel asap justru dapat mengganggu pandangan.

Jika asap semakin tebal hingga sulit melihat kendaraan dalam jarak dekat, segera cari tempat yang aman untuk berhenti. Jangan berhenti sembarangan di bahu jalan tanpa memastikan lokasi tersebut cukup jauh dari jalur kendaraan yang masih melintas.

3. Jaga konsentrasi dan cek kondisi motor sebelum jalan

ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)

Berkendara di tengah asap membutuhkan fokus lebih tinggi dibanding kondisi normal. Hindari penggunaan ponsel saat berhenti di lampu merah atau ketika motor masih berjalan. Perhatian harus tetap tertuju pada kondisi jalan dan pergerakan kendaraan di sekitar.

Jika mata mulai perih, pandangan terasa terganggu, atau tubuh mulai tidak nyaman akibat asap, jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Beristirahat di tempat yang lebih aman dan tertutup bisa menjadi pilihan sebelum kembali berkendara.

Sebelum berangkat, pastikan lampu utama, lampu belakang, lampu rem, dan sein berfungsi normal. Periksa juga tekanan ban serta kondisi rem karena kedua komponen tersebut sangat penting saat harus mengurangi kecepatan secara mendadak.

Di tengah asap pekat, tujuan memang penting, tetapi pulang dengan selamat jauh lebih penting. Kalau pandangan sudah hilang, jangan nekat mencari jalan dengan motor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article