Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Negara Penguasa Industri Baja Dunia, Dominasi China Tak Terbendung!

ilustrasi pabrik atau perusahaan baja (pexels.com/Kateryna Babaieva)
ilustrasi pabrik atau perusahaan baja (pexels.com/Kateryna Babaieva)
Intinya sih...
  • China masih mendominasi produksi baja dunia dengan 1.005,1 juta ton, hampir sepuluh kali lipat dari India di posisi kedua.
  • India naik ke peringkat kedua dengan produksi 149,4 juta ton baja, didorong oleh investasi besar-besaran di infrastruktur dan konsumsi yang terus meningkat.
  • Jepang menduduki posisi ketiga dengan 84 juta ton baja, dikenal dengan kualitas produk bajanya yang tinggi dan teknologi yang unggul.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri baja bisa dibilang jadi tulang punggung pembangunan modern. Dari gedung pencakar langit, jembatan, rel kereta, sampai mobil, semua butuh baja sebagai bahan utama. Gak heran kalau negara-negara besar berlomba-lomba jadi produsen baja terbesar di dunia.

Sejak krisis keuangan global, China sudah mulai mendominasi produksi baja dan posisinya makin sulit disaingi. Bahkan, produksinya sekarang lebih besar dibanding gabungan negara lain. Meski begitu, ada juga negara-negara lain yang tetap punya peran penting di industri baja global.

Kalau kamu penasaran siapa saja penguasa baja dunia saat ini, berikut daftar 10 besar berdasarkan data terbaru dari World Steel Association tahun 2024.

1. China

ilustrasi pekerja di China (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi pekerja di China (pexels.com/Pixabay)

China masih jadi raja tak terbantahkan dalam produksi baja dunia. Tahun 2024, mereka memproduksi 1.005,1 juta ton baja mentah, hampir sepuluh kali lipat dari India yang ada di posisi kedua. Bahkan, satu perusahaan raksasa saja, China Baowu Group, berhasil menghasilkan lebih dari 130 juta ton baja.

Dominasi ini bukan cuma soal kuantitas, tapi juga strategi. Pemerintah China sempat meminta perusahaan baja untuk menahan produksi berlebihan agar pasar tetap sehat. Meski begitu, posisinya tetap jauh di atas negara lain.

2. India

ilustrasi India (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi India (pexels.com/cottonbro studio)

India ada di peringkat kedua dengan produksi 149,4 juta ton baja. Pertumbuhan mereka pesat berkat dorongan investasi besar-besaran di infrastruktur. Konsumsi baja di India bahkan naik sekitar 8 persen pada 2024 dan diperkirakan akan terus tumbuh di 2025.

Perusahaan besar seperti Tata Steel ikut memperkuat posisi India di pasar global. Produksinya lebih dari 31 juta ton, masuk jajaran 10 besar perusahaan baja dunia.

3. Jepang

ilustrasi warga Jepang jalan kaki (pexels.com/Hafeisi)
ilustrasi warga Jepang jalan kaki (pexels.com/Hafeisi)

Jepang menduduki posisi ketiga dengan 84 juta ton baja. Negara ini punya pemain besar seperti Nippon Steel yang terus jadi motor utama produksi.

Meski tidak sebesar China dan India, Jepang dikenal dengan kualitas produk bajanya yang tinggi. Keunggulan teknologi membuat Jepang masih relevan dan punya reputasi kuat di industri baja global.

4. Amerika Serikat

ilustrasi negara Amerika Serikat (pexels.com/Ayman Bardi)
ilustrasi negara Amerika Serikat (pexels.com/Ayman Bardi)

AS ada di posisi keempat dengan 79,5 juta ton baja. Negeri Paman Sam lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, terutama untuk industri otomotif, konstruksi, dan pertahanan.

Meski produksi mereka kalah jauh dari China, kualitas baja Amerika masih jadi standar tinggi di pasar dunia.

5. Rusia

ilustrasi negara Rusia (pexels.com/Дмитрий Трепольский)
ilustrasi negara Rusia (pexels.com/Дмитрий Трепольский)

Rusia menghasilkan 71 juta ton baja pada 2024. Walau menghadapi tantangan akibat sanksi internasional, negara ini tetap konsisten masuk lima besar produsen baja dunia.

Produksi baja Rusia banyak dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk infrastruktur dan industri militer.

6. Korea Selatan

ilustrasi Korea Selatan (pexels.com/Markus Winkler)
ilustrasi Korea Selatan (pexels.com/Markus Winkler)

Korea Selatan memproduksi 63,6 juta ton baja pada 2024. Angka ini menempatkan mereka di posisi keenam dunia.

Produksi baja Korea Selatan berkontribusi besar untuk mendukung kebutuhan industri dalam negeri sekaligus ekspor.

7. Jerman

ilustrasi stasiun di Jerman (pexels.com/Kai Pilger)
ilustrasi stasiun di Jerman (pexels.com/Kai Pilger)

Sebagai negara industri terbesar di Eropa, Jerman menghasilkan 37,2 juta ton baja pada 2024. Baja Jerman terkenal karena kualitasnya, banyak digunakan untuk kebutuhan otomotif premium dan mesin industri berat.

Meski produksi bajanya tidak sebesar Asia, Jerman tetap jadi pemain penting di pasar global berkat teknologi canggih dan standar tinggi.

8. Turki

ilustrasi penduduk negara Turki (pexels.com/Alan Wang)
ilustrasi penduduk negara Turki (pexels.com/Alan Wang)

Turki berada di peringkat kedelapan dengan 36,9 juta ton baja. Lokasinya yang strategis membuat Turki jadi penghubung penting antara pasar Eropa dan Asia.

Industri baja Turki cukup fleksibel dan berfokus pada ekspor, terutama ke negara-negara Eropa.

9. Brasil

ilustrasi negara Brazil (pexels.com/4FLY RJ)
ilustrasi negara Brazil (pexels.com/4FLY RJ)

Brasil ada di posisi kesembilan dengan 33,8 juta ton. Sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah, Brasil punya keuntungan besar dalam pasokan bahan baku baja.

Produksi baja Brasil banyak diarahkan untuk pasar Amerika Selatan, tapi juga diekspor ke berbagai negara lain.

10. Iran

ilustrasi arsitektur masjid di negara Iran (pexels.com/Necati Ömer Karpuzoğlu)
ilustrasi arsitektur masjid di negara Iran (pexels.com/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Iran menutup daftar dengan 31,4 juta ton baja. Meski menghadapi berbagai sanksi ekonomi, Iran tetap berhasil mengembangkan industrinya secara mandiri. Produksi baja Iran kebanyakan dipakai untuk proyek infrastruktur domestik, tapi mereka juga mulai melirik pasar ekspor.

Dari daftar di atas, kelihatan banget kalau dominasi China di industri baja hampir mustahil disaingi dalam waktu dekat. Namun, negara-negara lain seperti India, Jepang, dan Amerika tetap punya peran penting, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Industri baja dunia ke depan mungkin akan lebih dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembangunan di tiap negara. Kalau menurutmu, apakah India bisa menyalip China di masa depan, atau dominasi negeri tirai bambu bakal terus tak terbendung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us