2 Tahun Prabowo: IHSG 5 Kali Disetop Sementara

IHSG mengalami lima kali trading halt sejak Prabowo Subianto menjabat Presiden RI pada 20 Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Penghentian perdagangan terjadi ketika IHSG turun tajam pada 18 Maret dan 8 April 2025, lalu 28 dan 29 Januari serta 16 Oktober 2026.
Setiap penghentian berlangsung sementara, sementara tekanan pasar dipengaruhi penurunan indeks dan sejumlah sentimen terkait kebijakan serta pasar modal.
Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lima kali penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) sejak Prabowo Subianto menjabat Presiden RI pada 20 Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Penghentian perdagangan tersebut terjadi saat IHSG mengalami penurunan tajam, mulai dari Maret 2025 hingga Oktober 2026.
1. Trading halt pertama pada 18 Maret 2025

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama) Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Selasa (18/3/2025), setelah IHSG mengalami penurunan tajam.
Berdasarkan laporan IDN Times, trading halt diberlakukan pada pukul 11.19.31 WIB ketika IHSG merosot 5,02 persen ke level 6.146,92. Perdagangan saham kembali dibuka pada pukul 11.49.31 WIB, setelah penghentian sementara selama 30 menit.
Tekanan di pasar saham berlanjut hingga penutupan perdagangan. IHSG berakhir melemah 6,12 persen ke level 6.076,08 pada akhir perdagangan hari itu.
2. Pada 8 April 2025

ilustrasi IHSG (IDN Times/Muhammad Surya) BEI kembali menghentikan sementara perdagangan saham pada Selasa (8/4/2025), setelah IHSG mengalami penurunan tajam pada awal perdagangan.
Berdasarkan data yang dilaporkan IDN Times, IHSG dibuka anjlok 9,15 persen ke level 5.914,29. Pada pukul 09.05 WIB, indeks kembali melemah 9,19 persen ke level 5.912,06.
Penghentian perdagangan dilakukan selama 30 menit. Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.30 WIB.
Tekanan di pasar saham berlanjut hingga akhir perdagangan. IHSG ditutup melemah 7,9 persen ke level 5.996,14. Salah satu sentimen yang membayangi pasar saat itu adalah kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
3. Pada 28 Januari 2026

ilustrasi IHSG (IDN Times/Aditya Pratama) BEI menghentikan sementara perdagangan saham pada Rabu (28/1/2026), setelah IHSG anjlok 8 persen pada perdagangan sesi II. Berdasarkan keterangan Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi, penghentian perdagangan dilakukan pada pukul 13.43.13 WIB.
Mengutip RTI Business, IHSG terjun 718,44 poin atau 8 persen ke level 8.261,78. Saat itu, sebanyak 768 saham melemah, 28 saham menguat, dan delapan saham bergerak stagnan. Perdagangan kembali dilanjutkan pada pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal perdagangan.
4. Pada 29 Januari 2026

ilustrasi pergerakan IHSG (IDN Times/Aditya Pratama) BEI kembali menghentikan sementara perdagangan saham pada Kamis (29/1/2026), setelah IHSG mengalami penurunan tajam.
Berdasarkan siaran pers BEI, penghentian perdagangan dilakukan pada pukul 09.26.01 WIB setelah IHSG jeblok hingga 8 persen. Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 WIB tanpa perubahan jadwal perdagangan.
Penghentian perdagangan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun setelah BEI juga memberlakukan trading halt pada Rabu (28/1/2026).
Tekanan di pasar saham terjadi di tengah sentimen negatif terkait pengumuman MSCI Inc mengenai pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. Kebijakan tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi kepemilikan saham dan penghitungan jumlah saham publik (free float).
5. Pada 16 Oktober 2026

Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama) IHSG anjlok tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah BEI menghentikan sementara perdagangan saham akibat longsornya indeks lebih dari 8 persen.
IHSG tercatat merosot 8,01 persen ke level 5.393,92 saat praperdagangan. Penghentian perdagangan dilakukan selama 30 menit dan perdagangan dibuka kembali pada pukul 09.31 WIB.
Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas reformasi pasar modal Indonesia.
Pelemahan berlanjut hingga penutupan perdagangan. IHSG ditutup anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp31,74 triliun, dengan 812 saham melemah, 11 saham menguat, dan 140 saham stagnan.




















