Ilustrasi IHSG. (IDN Times/Aditya Pratama)
IHSG anjlok tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah BEI menghentikan sementara perdagangan saham akibat longsornya indeks lebih dari 8 persen.
IHSG tercatat merosot 8,01 persen ke level 5.393,92 saat praperdagangan. Penghentian perdagangan dilakukan selama 30 menit dan perdagangan dibuka kembali pada pukul 09.31 WIB.
Tekanan pasar terjadi setelah MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas reformasi pasar modal Indonesia.
Pelemahan berlanjut hingga penutupan perdagangan. IHSG ditutup anjlok 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp31,74 triliun, dengan 812 saham melemah, 11 saham menguat, dan 140 saham stagnan.