Kantor pusat PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)
PT Brantas Abipraya (Persero) berdiri pada 12 November 1980 di Malang, Jawa Timur. Pendirian perusahaan ini berawal dari Proyek Perluasan Wilayah Sungai Brantas, diinisiasi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Ketenagalistrikan, Ir. Sutami, ketika mengunjungi Karangates Selorejo pada 1970.
Sebagai kontraktor umum, perusahaan bergerak di bidang konstruksi, pabrikasi bahan bangunan, penyewaan peralatan, serta jasa konsultasi dan manajemen.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan bisnis di sektor investasi, perdagangan, dan teknologi informasi, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan tol, sistem penyediaan air minum, dan pengelolaan limbah.
Seiring dengan perkembangan kapabilitas, Brantas Abipraya memperluas cakupan usahanya ke pembangunan jalan dan jembatan, transportasi darat, laut, dan udara, pelabuhan, bandara, penyediaan tenaga listrik, serta pengembangan properti.
Penguatan portofolio bisnis tersebut didukung oleh pembentukan anak perusahaan PT Brantas Energi pada tahun 2011 yang berfokus pada pengembangan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Saat ini operasional perusahaan didukung oleh tiga divisi utama, yaitu Divisi Operasi 1 (Gedung, Bangunan, dan Properti), Divisi Operasi 2 (Sumber Daya Air dan Peralatan), serta Divisi Operasi 3 (Jalan, Jembatan, Beton, dan Precast).
Untuk mendukung kebutuhan proyek, perusahaan juga mengoperasikan fasilitas beton pracetak di OSP IKN dan Subang. Brantas Abipraya dipimpin oleh Agung Fajarwanto sebagai Direktur Utama (Dirut).