Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Lepas 100 Lebih BUMN ke Swasta, Fokus Garap Bisnis Inti

2 min read
Danantara Lepas 100 Lebih BUMN ke Swasta, Fokus Garap Bisnis Inti
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria usai menghadiri Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Danantara telah melepas lebih dari 100 BUMN non-inti kepada swasta karena dinilai dapat dikelola lebih optimal di luar perusahaan negara.
  • BUMN akan difokuskan pada kompetensi inti dan bisnis utama agar pengembangan usaha serta daya saing perusahaan negara lebih terarah.
  • Danantara menargetkan jumlah BUMN turun dari 1.074 menjadi sekitar 200 pada akhir 2026, sambil mendorong sinergi dan peran swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut lebih dari 100 badan usaha milik negara (BUMN) non-core telah dilepas kepada pihak swasta untuk dikelola. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang dilakukan Danantara untuk memfokuskan perusahaan negara pada bisnis inti.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, BUMN yang dilepas merupakan perusahaan yang bergerak di sektor yang dinilai bukan menjadi kompetensi utama BUMN. Menurut dia, pengelolaan sektor tersebut akan lebih optimal jika diserahkan kepada pihak swasta.

“Dalam transformasi BUMN ini sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN yang non-core kita lepas kepada swasta. Mungkin swasta akan lebih bagus mengelola itu daripada BUMN,” kata Dony di Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. BUMN akan masuk ke core kompetensinya

    iIustrasi Gedung BUMN (Sumber: www.bumn.go.id)
    iIustrasi Gedung BUMN (Sumber: www.bumn.go.id)

    Dony mengatakan, ke depan BUMN akan difokuskan pada sektor-sektor yang menjadi kompetensi intinya. Dengan begitu, perusahaan negara dapat lebih fokus mengembangkan bisnis utama dan meningkatkan daya saing.

    “BUMN akan masuk ke core kompetensinya yang memang besar-besar,” ujarnya.

  2. 2. Jumlah BUMN akan ditekan hingga 200 perusahaan di akhir tahun

    Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
    Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Dok. BP BUMN)

    Sejalan dengan langkah tersebut, Danantara menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026. Jumlah tersebut turun signifikan dibandingkan total BUMN yang saat ini mencapai 1.074 perusahaan.

    “Kita memotong BUMN-BUMN kita dari 1.074 yang kita harapkan tahun ini hanya tinggal 200 BUMN saja. Teman-teman bisa bayangkan, lebih dari 800 BUMN yang kita tutup dan sektor-sektor yang tidak menjadi core kita, kita berikan kepada swasta,” kata Dony.

  3. 3. Dorong sinergi dan perbesar peran swasta

    WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (2).jpeg
    Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Menurut Dony, penataan tersebut dilakukan untuk mendorong sinergi dan memperbesar peran sektor swasta dalam perekonomian.

    Dengan jumlah BUMN yang lebih ramping, pemerintah dan Danantara dapat lebih fokus mengelola perusahaan negara yang memiliki peran strategis.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More