Bisnis tanaman hias masih menjadi salah satu peluang usaha yang menarik karena memiliki pasar yang cukup luas. Pecinta tanaman terus bermunculan, baik dari kalangan penghobi, kolektor, hingga masyarakat yang ingin mempercantik rumah maupun tempat kerja. Selain menawarkan keuntungan dari nilai estetika, bisnis ini juga memiliki banyak pilihan produk dengan rentang harga yang beragam. Namun, di balik peluang tersebut terdapat tantangan yang sering dihadapi para pelaku usaha, yaitu perputaran modal yang cenderung lebih lambat dibandingkan beberapa jenis bisnis lainnya.
Modal yang mengendap bukan berarti bisnis selalu merugi, tetapi menunjukkan bahwa dana yang telah digunakan untuk membeli atau membudidayakan tanaman belum kembali dalam waktu yang diharapkan. Semakin lama tanaman berada di stok tanpa terjual, semakin lama pula modal tidak dapat digunakan untuk membeli produk baru atau mengembangkan usaha.
Berikut beberapa alasan yang sering membuat modal bisnis tanaman hias mengendap terlalu lama. Scroll dibawah ini!
