- Bath Thailand melemah 0,02 persen
- Yuan China melemah 0,01 persen
- Pesso Filipina melemah 0,11 persen
- Won Korea melemah 4,90 persen
- Dolar Taiwan melemah 0,09 persen
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.994 per Dolar AS

- Rupiah dibuka melemah ke Rp17.994 per dolar AS, turun 31 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan akhir pekan lalu.
- Mayoritas mata uang Asia ikut melemah, dengan rupiah tercatat sebagai yang paling dalam di antara negara kawasan.
- Analis menilai penguatan dolar AS dan kekhawatiran cadangan devisa Indonesia dapat menekan pergerakan rupiah lebih lanjut.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026) pagi. Mata uang garuda dibuka pada level Rp17.994 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 31 poin atau 0,17 persen pada awal perdagangan hari ini dibandingkan pada penutupan akhir pekan lalu.
1. Daftar mata uang di kawasan Asia kompak melemah
Data Bloomberg menyebut rupiah melemah paling dalam dibandingkan mata uang lainnya, berikut rinciannya:
2. Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi berbalik melemah terhadap dolar AS seiring rebound mata uang Negeri Paman Sam. Hal itu didukung positifnya data ekonomi AS.
"Penguatan indeks dolar AS didorong oleh ekspektasi positif terhadap rilis data ISM Services Amerika Serikat pada malam ini yang secara historis cenderung menunjukkan kinerja solid," ucapnya.
3. Pasar tunggu hasil cadangan devisa besok
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dijadwalkan pada besok. Pasar mengkhawatirkan posisi cadangan devisa kembali mengalami penurunan, sehingga berpotensi menekan pergerakan rupiah.
"Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS," ujarnya


















