Trump Pamer Uang 100 Dolar AS Edisi Baru dengan Tanda Tangannya

- Donald Trump memamerkan desain baru uang 100 dolar AS dengan tanda tangannya sebagai bagian peringatan 250 tahun kemerdekaan, menjadi pertama kalinya presiden aktif tercantum di uang kertas.
- Otoritas keuangan menyiapkan peredaran uang edisi khusus ini, sementara beberapa pejabat mendukung langkah tersebut dan Kongres mengusulkan pecahan 250 dolar bergambar Trump.
- Kebijakan ini menuai pro-kontra publik; survei menunjukkan mayoritas warga menolak pencantuman tanda tangan Trump, terutama dari pemilih Demokrat dan independen.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan desain terbaru uang kertas 100 dolar AS (setara Rp1,8 juta) yang memuat tanda tangannya. Gambar itu diunggah pada Jumat (3/7/2026) sebagai bagian dari peringatan Semiquincentennial atau 250 tahun kemerdekaan AS. Momen tersebut menjadi kali pertama tanda tangan presiden yang sedang menjabat dicantumkan pada uang kertas AS.
Menteri Keuangan Scott Bessent kemudian membagikan ulang gambar tersebut dan menyampaikan kebijakan itu dinilai sesuai dengan peringatan hari kemerdekaan negara itu.
“Tidak ada cara yang lebih kuat untuk mengakui pencapaian bersejarah negara kita yang hebat dan Presiden Donald J. Trump daripada uang dolar AS yang membawa tanda tangannya, dan hanya tepat bahwa mata uang bersejarah ini diterbitkan pada Semiquincentennial,” tulisnya lewat X, dikutip dari CNN.
1. Otoritas menyiapkan peredaran uang edisi khusus

Bendahara AS Brandon Beach juga mendukung penerbitan uang tersebut. Dalam pernyataan resminya pada Maret, Beach menyampaikan kontribusi Trump bagi negara merupakan hal yang tak terbantahkan, sementara otoritas menyiapkan agar uang kertas edisi khusus itu dapat segera beredar di tengah masyarakat.
Namun, jadwal peluncuran uang 100 dolar AS itu belum diumumkan. Sesuai prosedur, Biro Pengukiran dan Pencetakan memerlukan beberapa pekan untuk mencetak uang sebelum didistribusikan kepada publik melalui Bank Cadangan Federal.
2. Pemerintah perluas personalisasi atribut resmi

Pencantuman tanda tangan Trump pada uang kertas menambah daftar personalisasi atribut pemerintahan di berbagai fasilitas dan dokumen resmi federal. Sebelumnya, nama serta citra presiden sudah digunakan pada paspor edisi terbatas, tiket tahunan taman nasional, spanduk lembaga federal, hingga rekening investasi khusus bayi. Di tingkat lokal, Florida juga telah mengganti nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi nama Trump.
Di sisi lain, sejumlah anggota Kongres mengusulkan penerbitan uang peringatan pecahan 250 dolar AS (setara Rp4,5 juta) yang menampilkan potret Trump. Aturan federal saat ini hanya memperbolehkan tokoh yang telah meninggal ditampilkan pada mata uang, tetapi rancangan undang-undang di DPR diajukan untuk memberikan pengecualian bagi presiden yang sedang atau pernah menjabat. Biro Pengukiran dan Pencetakan juga dilaporkan sedang mempersiapkan prototipe uang tersebut.
3. Kebijakan memicu penolakan publik

Pemasangan tanda tangan presiden pada mata uang memunculkan perbedaan pandangan di masyarakat. Hasil jajak pendapat Economist/YouGov menunjukkan 59 persen responden menyatakan agak tak setuju atau sangat tak setuju terhadap kebijakan itu, sedangkan 24 persen mendukung dan 18 persen belum menentukan pilihan. Dukungan mayoritas berasal dari pemilih Partai Republik, sementara sembilan dari sepuluh pemilih Partai Demokrat serta 65 persen pemilih independen menyatakan penolakan.
Keberatan juga disampaikan Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts bersama Senator Jeff Merkley dari Oregon melalui surat resmi kepada pemerintah untuk mempertanyakan relevansi kebijakan tersebut terhadap kebutuhan publik.
“Sangat tidak jelas bagaimana, jika ada, Administrasi percaya bahwa mencetak tanda tangan Presiden Trump pada mata uang AS akan mengatasi masalah serius apa pun yang dihadapi masyarakat Amerika,” tulis Warren dan Merkley dalam suratnya, dikutip The Hill.



















