ilustrasi apartemen, properti di Singapura (pexels.com/Miles Rothoerl)
Pemerintah Singapura memilih memungut pajak kekayaan pada aset yang gak gampang dipindahkan lintas negara, seperti properti dan kendaraan bermotor. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan mengenakan pajak pada aset finansial yang bisa dengan cepat dialihkan ke luar negeri. Kebijakan tersebut juga bertujuan menekan praktik penghindaran pajak.
Siow menyampaikan, pemerintah memperhatikan keseimbangan antargenerasi. Rumah tangga muda yang masih dalam tahap mengumpulkan aset gak mau dibebani terlalu berat. Sebaliknya, pemilik properti bernilai tinggi diharapkan memberi kontribusi lebih besar demi rasa keadilan sosial.
Data terbaru menunjukkan, ketimpangan harta di Singapura nyata dan cukup signifikan, meski masih sebanding dengan banyak negara maju. Perbandingan dengan negara lain melalui data McKinsey memperlihatkan Singapura gak berada di posisi paling ekstrem, tapi tetap perlu waspada. Peran kepemilikan rumah dan tabungan pensiun menjadi faktor penting dalam menahan laju ketimpangan.
Ke depan, pemantauan rutin dan kebijakan pajak yang tepat akan sangat menentukan arah pemerataan kekayaan. Buat kamu, informasi ini bisa menjadi pengingat, membangun aset jangka panjang sama pentingnya dengan mengejar penghasilan bulanan.