Japan Airlines Mulai Bisnis Luar Angkasa, Bawa Produk Jepang ke Bulan

- Japan Airlines (JAL) akan meluncurkan layanan pengiriman barang ke Bulan pada 2028 untuk menyimpan produk budaya dan khas daerah Jepang melalui proyek The ARGO Trans-Lunar Heritage Project.
- Kontainer khusus bernama Möbius Ark dirancang tahan kondisi ekstrem di Bulan, memungkinkan penyimpanan aman benda budaya agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
- Kerja sama JAL dengan ispace menandai langkah awal maskapai ini masuk ke bisnis luar angkasa, sebagai strategi diversifikasi di tengah ketidakpastian industri penerbangan.
Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL) berencana meluncurkan layanan pengiriman barang ke Bulan pada tahun 2028. Melalui proyek ini, JAL akan mengirimkan benda budaya dan produk khas daerah dari berbagai perusahaan serta pemerintah daerah di Jepang untuk disimpan dengan aman di luar angkasa.
Penjualan ruang penyimpanan di dalam kontainer khusus ini telah dimulai sejak Rabu (27/5/2026). Dalam menjalankan misi tersebut, JAL bekerja sama dengan perusahaan perdagangan JALUX dan perusahaan eksplorasi luar angkasa ispace untuk memastikan warisan budaya tersebut terjaga bagi generasi mendatang.
1. JAL jual ruang simpan di Bulan untuk perusahaan dan pemerintah daerah

Dalam pelaksanaannya, pelanggan tidak harus menyewa satu kontainer penuh, melainkan bisa menyewa sebagian ruang saja di dalam kontainer. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk mengirim berbagai produk yang ingin mereka simpan, seperti makanan khas daerah hingga barang dari usaha lokal.
"Bersama perusahaan dan pemerintah daerah, kami ingin mengirim barang ke Bulan untuk disimpan bagi masa depan, ibarat sebuah bahtera," kata juru bicara JAL, dilansir South China Morning Post.
Layanan ini mencetak rekor sebagai pengiriman barang ke Bulan pertama di dunia yang dijalankan oleh maskapai penerbangan komersial.
2. Kontainer Möbius Ark dibuat khusus agar aman di lingkungan Bulan

Program pengiriman ini bernama resmi The ARGO Trans-Lunar Heritage Project. Kontainer yang digunakan diberi nama Möbius Ark, dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 20 cm serta kedalaman 10 cm. Kontainer ini dirancang dengan ruang bagian dalam yang terpisah dan terbuat dari bahan khusus yang mampu menahan kondisi lingkungan ekstrem di Bulan.
JAL Group menilai Bulan adalah lokasi paling tepat untuk menyimpan benda budaya dalam jangka waktu yang sangat lama.
"Dunia berubah dengan cepat, sehingga selalu ada risiko hilangnya benda budaya dan cara hidup yang berharga," kata Manajemen Japan Airlines.
3. Proyek ini jadi langkah awal JAL masuk ke bisnis luar angkasa

Kerja sama JAL dengan ispace menjadi langkah awal maskapai tersebut untuk mencari peluang baru di luar bisnis penerbangan biasa. Langkah ini dinilai sangat masuk akal mengingat industri penerbangan komersial rentan terhadap berbagai situasi yang tidak pasti.
"Industri penerbangan sedang melewati masa yang cukup sulit dan tidak pasti, sehingga masuk akal jika maskapai mencari peluang bisnis lain," kata Analis Industri Penerbangan Cirium Ascend Consultancy, Toshimitsu Sogabe.
Proyek ini juga hadir di tengah tren bisnis luar angkasa Jepang yang sedang berkembang karena biaya peluncuran yang kini makin murah.


















