Petinggi DSI Bakal Ditambah, Diumumkan Pekan Depan

- Danantara Indonesia akan umumkan tambahan jajaran pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pekan depan, melengkapi posisi yang kini diisi Luke Thomas Mahony dan Harold Jonathan Dharma TJ.
- Proses seleksi calon pemimpin DSI masih berlangsung dan dijamin transparan oleh COO Danantara, Dony Oskaria, agar perusahaan dapat diawasi publik secara terbuka.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menempatkan perwakilan Kemenkeu di DSI untuk mengawasi operasional BUMN ekspor tersebut secara detail dan mencegah potensi penyelewengan.
Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia akan mengumumkan jajaran pemimpin PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI pekan depan.
Saat ini, jajaran petinggi DSI baru diisi oleh Luke Thomas Mahony selaku Direktur dan Harold Jonathan Dharma TJ sebagai Komisaris.
Luke adalah warga negara Australia yang pernah menjadi Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), sedangkan Harold pernah menjabat sebagai Direktur PT Mandiri Sekuritas.
"Insyaallah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim," kata Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam konferensi pers PT DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Saat ini, Danantara masih melakukan seleksi terhadap calon pemimpin DSI. Dony memastikan, proses seleksi dilakukan secara transparan.
"Jadi kami memastikan bahwa perusahaan yang dibentuk itu nanti akan berjalan dengan transparan dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Dony.
Usai konferensi pers, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, dirinya juga akan menempatkan perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di DSI yang ditugaskan untuk mengawasi BUMN ekspor tersebut. Namun, sosok itu bukanlah Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) atau jajaran eselon I.
“Gak, gak (Wamen atau Dirjen). Harusnya dia bisa melihat lebih detail. Kalau Wamen pasti makan gaji buta tuh, gak ngapa-ngapain, datang sebulan sekali. Bukan itu yang saya mau, yang saya mau adalah dia lihat detail laporannya dan lapor ke kita sehingga penyelewengan atau praktik di luar yang diinginkan ke-monitor secepat mungkin,” kata Purbaya.


















