Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

60 Desa di Aceh Masih Terkendala Akses Listrik

Anak-anak bermain ayunan di hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Anak-anak bermain ayunan di hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Intinya sih...
  • Listrik Aceh Tamiang dan Aceh Utara relatif cepat pulih tapi banyak rumah rusakPemulihan sistem kelistrikan di Aceh Tamiang berlangsung relatif cepat karena akses jalannya tidak terputus. Kondisi tersebut memungkinkan peralatan kelistrikan dikirim langsung dari Sumatra Utara ke Aceh Tamiang tanpa hambatan berarti.
  • Aceh Tengah alami kendala meski kerusakan rumah lebih rendahAceh Tengah, khususnya wilayah Takengon, menghadapi kendala serius karena akses jalan terputus. PLN terpaksa mengandalkan pesawat Hercules untuk mengangkut material kelistrikan.
  • Akses logistik pengaruhi kecepatan pemulihan listrikKe
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan listrik di Aceh hampir sepenuhnya rampung. Namun, masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen dari 6.500 desa yang aliran listriknya belum pulih.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni satu desa di Aceh Barat, enam desa di Aceh Tamiang, tiga desa di Aceh Timur, satu desa di Aceh Utara, satu desa di Bireuen, 12 desa di Bener Meriah, tujuh desa di Gayo Lues, serta 29 desa di Aceh Tengah.

"Nah saat ini di Aceh dari 6.500 desa, terdapat 60 desa kurang dari 1 persen yang masih listriknya masih terhambat karena akses jalan masih belum terbuka atau masih terisolir," kata dia dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (21/1/2026).

1. Listrik Aceh Tamiang dan Aceh Utara relatif cepat pulih tapi banyak rumah rusak

Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025).
Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). (ANTARA FOTO/Suhendra)

Pemulihan sistem kelistrikan di Aceh Tamiang berlangsung relatif cepat karena akses jalannya tidak terputus. Kondisi tersebut memungkinkan peralatan kelistrikan dikirim langsung dari Sumatra Utara ke Aceh Tamiang tanpa hambatan berarti.

Meski demikian, Darmawan mengungkapkan tingkat kerusakan rumah di Aceh Tamiang tergolong besar. Jumlah rumah rusak di wilayah tersebut mendekati 40 ribu unit, setara dengan kerusakan rumah di Aceh Utara.

Di Aceh Utara, Darmawan mengatakan sekitar 99 persen desa sudah kembali berlistrik. Namun, saat tim PLN turun ke lapangan, ditemukan sekitar 80 ribu rumah mengalami kerusakan parah akibat bencana.

"Kerusakan rumah Aceh Tamiang mendekati 40 ribu rumah, ini sama dengan Aceh Utara. Begitu saya cek di Aceh Utara, 99 persen desa sudah berlistrik kembali. Tetapi begitu kami datang ke Aceh Utara, ada 80 ribu rumah di Aceh Utara yang rusak parah,"ungkapnya.

2. Aceh Tengah alami kendala meski kerusakan rumah lebih rendah

Warga Mukim Jamat Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh Menyeberang Pakai Getek (IDN Times/M Saifullah)
Warga Mukim Jamat Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh Menyeberang Pakai Getek (IDN Times/M Saifullah)

Darmawan menyebut Aceh Tengah, khususnya wilayah Takengon, menghadapi kendala serius karena akses jalan terputus. Akibatnya, PLN terpaksa mengandalkan pesawat Hercules untuk mengangkut material kelistrikan.

Dia menyampaikan perusahaan listrik negara harus mengirim sekitar 1.100 tiang listrik beserta kabel melalui jalur udara. Padahal, jumlah rumah yang rusak di Aceh Tengah relatif lebih sedikit, yakni sekitar 10 ribu unit.

"Akses jalannya karena terputus sehingga kami dengan terpaksa menggunakan pesawat Hercules untuk mengangkut," tuturnya.

3. Akses logistik pengaruhi kecepatan pemulihan listrik

Proses pemasangan jaringan distribusi listrik di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Proses pemasangan jaringan distribusi listrik di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. (dok. PLN)

Darmawan menegaskan, kecepatan pemulihan sistem kelistrikan sangat berkaitan dengan terbuka atau tidaknya akses jalan. Sementara itu, tingkat kerusakan rumah tidak selalu berbanding lurus dengan cepat atau lambatnya pemulihan listrik.

Dia menyebutkan, kerusakan rumah terbesar terjadi di Aceh Utara, disusul Aceh Tamiang. Namun, kedua wilayah tersebut justru termasuk yang paling cepat dipulihkan aliran listriknya karena akses logistik masih memungkinkan.

"Jadi perbaikan sistem kelistikan kami berkorelasi dengan akses jalan yang terputus atau tidak, sedangkan kerusakan rumah berbeda dengan akses jalan," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Tips Mengelola Banyak E-Wallet agar Keuangan Tetap Sehat

21 Jan 2026, 16:58 WIBBusiness