BRI Salurkan Sustainable Loans Rp811,9 Triliun hingga Akhir 2025

- BRI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp811,9 triliun hingga Desember 2025, terdiri dari social loans Rp718,7 triliun dan green loans Rp93,2 triliun untuk proyek ramah lingkungan.
- Pendanaan berkelanjutan BRI mencapai Rp45,6 triliun dengan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi jangka panjang guna mendukung ekonomi rendah karbon dan inklusi keuangan.
- BRI meraih pengakuan internasional lewat skor CSA 74/100 dari S&P Global serta peringkat Low ESG Risk dari Sustainalytics dan rating A dari MSCI.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan (sustainable loans) sebesar Rp811,9 triliun hingga Desember 2025.
Direktur Network and Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan portofolio tersebut terdiri dari social loans sebesar Rp718,7 triliun yang disalurkan untuk pembiayaan mikro, UMKM, serta perumahan bersubsidi.
Selain itu, BRI juga menyalurkan green loans sebesar Rp93,2 triliun untuk berbagai proyek berwawasan lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, eco-efficient product, hingga pembangunan bangunan hijau.
"Portofolio sustainable loans BRI yang mencapai Rp811,9 triliun setara dengan 60,5 persen dari total portofolio pinjaman BRI,” tegasnya dalam keterangannya dikutip, Rabu (11/3/2026).
1. Sustainable wholesale funding capai Rp45,6 triliun

Dari sisi pendanaan, bank berkode emiten BBRI ini juga aktif mengembangkan sustainable wholesale funding. Hingga akhir Desember 2025, nilai pendanaan tersebut tercatat mencapai Rp45,6 triliun.
Rudianto menjelaskan prinsip keberlanjutan telah terintegrasi dalam arah strategis jangka panjang BRI sebagai fondasi untuk memperkuat model bisnis yang tangguh (resilient).
"Orientasi tersebut menjadi pijakan perseroan untuk memastikan pertumbuhan berjalan selaras dengan agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus memperluas inklusi keuangan," tegasnya.
2. Komitmen BRI dorong asta cita Presiden Prabowo Subianto

Komitmen BRI dalam mendorong agenda keberlanjutan juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menekankan pentingnya penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.
“Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.
3. BRI dapat pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG Internasional

BRI juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG internasional. Perseroan meraih skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global dan tercatat sebagai Sustainability Yearbook Member selama empat tahun berturut-turut pada periode 2023–2026.
Selain itu, Sustainalytics menempatkan BRI dalam kategori Low ESG Risk, sementara MSCI memberikan peringkat A.


















