Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Akses Terputus, Bantuan Banjir Aceh Tengah Dikirim via Helikopter

Pemandangan salah satu daerah di Aceh Tengah yang masih terputus aksesnya (dok.Pemkab Aceh Tengah)
Pemandangan salah satu daerah di Aceh Tengah yang masih terputus aksesnya (dok.Pemkab Aceh Tengah)
Intinya sih...
  • Pemerintah salurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tengah melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.
  • Penyaluran bantuan dilakukan melalui delapan sorti penerbangan dengan melibatkan tiga unit helikopter, membawa muatan logistik seberat 300-500 kilogram.
  • Bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah berdampak luas, menyebabkan ribuan jiwa terisolasi, kerusakan infrastruktur, dan dampak signifikan pada sektor pertanian dan perikanan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pemerintah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah melalui jalur udara. Distribusi dilakukan menggunakan helikopter untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolasi dan belum dapat diakses melalui jalur darat.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan distribusi udara menjadi pilihan utama karena banyak ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan berat. Selain itu, kondisi jalan antardesa belum memungkinkan dilalui kendaraan.

“Hari ini kami fokuskan distribusi bantuan melalui jalur udara agar bantuan bisa segera sampai ke kampung-kampung yang masih sulit diakses kendaraan darat,” kata Murthalamuddin, Senin (19/1/2026).

1. Bantuan disalurkan melalui delapan sorti penerbangan

Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)
Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)

Berdasarkan data BNPB, penyaluran bantuan dilakukan melalui delapan sorti penerbangan dengan melibatkan tiga unit helikopter. Helikopter BNPB tipe EC155-B1 dengan registrasi PK-VPD melaksanakan tiga sorti penerbangan menuju Kampung Penarun dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge, serta Kampung Bintang Pepara di Kecamatan Ketol. Setiap penerbangan membawa muatan logistik seberat 500 kilogram.

Sementara itu, helikopter BNPB Bell 407 dengan registrasi PK-ZGL melakukan dua sorti penerbangan ke Kampung Bergang dan Kampung Serempah di Kecamatan Ketol, masing-masing dengan muatan 300 kilogram.

Adapun helikopter BNPB Bell 505 dengan registrasi PK-ELS melaksanakan tiga sorti penerbangan menuju Kampung Burlah di Kecamatan Ketol, Kampung Bius Utama atau Dusun Gantung Langit di Kecamatan Silih Nara, serta Kampung Umang di Kecamatan Linge. Setiap sorti mengangkut logistik seberat 300 kilogram.

2. Sebanyak 6.562 jiwa masih terisolasi di 15 kampung

PHOTO-2025-12-26-20-54-16.jpeg
Proses pemasangan jaringan distribusi listrik di Kabupaten Aceh Tengah. (dok. PLN)

Murthalamuddin menyebutkan, bantuan yang disalurkan terdiri atas bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya. Seluruh logistik diserahkan kepada aparat kampung setempat untuk selanjutnya dibagikan kepada warga terdampak.

Berdasarkan data terakhir per 18 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, sebanyak 6.562 jiwa masih terisolasi di 15 kampung di Aceh Tengah. Kondisi ini disebabkan longsor yang menutup akses jalan, kerusakan parah pada ruas jalan utama, serta ambruknya sejumlah jembatan penghubung.

3. Kerusakan meluas di berbagai sektor

PHOTO-2025-12-26-20-54-18.jpeg
Akses jalan menuju Takengon, Aceh Tengah masih tertutup pascabanjir bandang. (dok. PLN)

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 berdampak luas di Aceh Tengah. Sebanyak 14 kecamatan dan 295 kampung tercatat terdampak. Hingga kini, terdapat 45 titik pengungsian yang masih aktif dengan jumlah pengungsi mencapai 5.306 jiwa, termasuk 587 warga dari luar daerah.

Posko penanganan bencana mencatat 4.221 unit rumah mengalami kerusakan. Sektor pertanian juga terdampak signifikan, meliputi lahan kopi seluas 12.638 hektare, lahan cabai 4.099 hektare, serta sawah seluas 2.765,22 hektare. Kerusakan sektor perikanan tercatat mencapai 55,53 hektare.

Pada sektor infrastruktur, tercatat 306 ruas jalan rusak, 179 jembatan terdampak, serta 130 jaringan irigasi mengalami kerusakan. Gangguan juga terjadi pada 235 tiang listrik yang berdampak pada distribusi listrik di 38 desa, serta gangguan jaringan telekomunikasi di 40 desa.

4. Distribusi bantuan udara berlanjut hingga akses darat pulih

Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)
Potret Bilik Darurat di Mukim Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah (IDN Times/M Saifullah)

Kerusakan fasilitas umum meliputi empat kantor pemerintahan, 150 rumah ibadah, 72 sekolah, 12 dayah atau pondok pesantren, tiga puskesmas, empat puskesmas pembantu, dan 33 polindes. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 234.710 jiwa, dengan 25 orang meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang.

Murthalamuddin menegaskan, distribusi bantuan melalui jalur udara akan terus dilakukan hingga akses darat kembali normal dan aman dilalui.

“Prioritas kita saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasar terpenuhi. Sambil berjalan, kami juga terus membuka akses jalan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More

OTT KPK di Madiun, Wali Kota Maidi: Saya Tak Pernah Lelah Bangun Kota

19 Jan 2026, 23:49 WIBNews