Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Akuisisi Whoosh oleh Kemenkeu Masuk Tahap Audit Mendalam
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. (dok. KCIC)
  • Akuisisi seluruh saham BUMN dalam proyek Whoosh oleh Kementerian Keuangan masih memasuki tahap due diligence yang dilakukan KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII.
  • PSBI memegang 60 persen saham KCIC, dengan KAI sebagai pemegang mayoritas di konsorsium tersebut, sementara WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII turut memiliki porsi saham.
  • WIKA menyatakan proyek Whoosh yang belum menghasilkan keuntungan menekan kinerja konsolidasi; pengambilalihan pemerintah diharapkan memulihkan kondisi keuangan WIKA pada akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rencana akuisisi seluruh saham BUMN dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh oleh Kementerian Keuangan masih memasuki tahap due diligence atau audit mendalam.
  • Who?
    Kementerian Keuangan, KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII terlibat dalam proses audit kepemilikan saham melalui konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
  • Where?
    Proses terkait saham proyek Whoosh berlangsung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sementara penjelasan WIKA disampaikan melalui Public Expose daring.
  • When?
    WIKA menyampaikan status audit tersebut dalam Public Expose yang keterangannya dikutip pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pengambilalihan diharapkan rampung pada 2026.
  • Why?
    WIKA menyatakan proyek Whoosh masih menghasilkan return negatif dan memengaruhi konsolidasi keuangan serta ekuitas perusahaan. Akuisisi pemerintah dinilai dapat memberi dampak positif bagi kinerja WIKA.
  • How?
    Seluruh BUMN pemegang saham PSBI melakukan due diligence. PSBI memiliki 60 persen saham KCIC, dengan KAI memegang 58,53 persen saham PSBI, WIKA 33,36 persen, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN VIII 1,03 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah mau mengambil saham kereta cepat Whoosh dari beberapa perusahaan negara. Sekarang KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN sedang memeriksa semuanya dengan teliti. Whoosh belum memberi untung, jadi keuangan WIKA ikut kurang baik. WIKA berharap pengambilalihan selesai tahun 2026 supaya keuangannya membaik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Audit mendalam yang melibatkan seluruh BUMN pemegang saham PSBI menunjukkan proses akuisisi Whoosh sedang ditangani secara terkoordinasi. Bagi WIKA, rencana pengambilalihan oleh Kemenkeu membuka peluang perbaikan dari tekanan konsolidasi proyek yang masih mencatat return negatif, dengan harapan kinerja keuangannya dapat kembali membaik pada akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Akuisisi seluruh saham BUMN di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh masih dalam tahap due dilligence atau audit mendalam.

Hal itu diungkapkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam Public Expose (Pubex) yang digelar secara daring. Seperti yang diketahui, saham BUMN di proyek Whoosh tercatat dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. PSBI mengantongi 60 persen saham di KCIC.

Di dalam PSBI, KAI adalah pemegang saham mayoritas, yakni 58,53 persen. Kemudian WIKA mengantongi 33,36 persen saham PSBI, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN 1,03 persen.

Direktur Manajemen Risiko dan Legal WIKA, Vera Kirana mengatakan, due dilligence dilakukan oleh seluruh BUMN yang memiliki saham di PSBI.

“Jadi untuk kepemilikan saham di PSBI itu, WIKA bersama KAI, demikian juga PTPN dan Jasa Marga, itu saat ini sudah melakukan due diligence,” ucap Vera dikutip Jumat (2/10/2026).

1. Whoosh masih belum untung

Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Padalarang. (dok. KCIC)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, mengatakan kinerja keuangan WIKA terdampak oleh proyek Whoosh yang belum mencatatkan keuntungan atau profit.

“Saat ini konsolidasi keuangan WIKA, berdampak ke equity negatif, karena saat ini Kereta Cepat menghasilkan return yang negatif. Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi, WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif,” tutur Mulyadi.

2. Akuisisi oleh Kemenkeu bakal perbaiki kinerja keuangan WIKA

Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA). (dok. WIKA)

Mulyadi mengatakan, dengan akuisisi oleh Kemenkeu, maka kinerja keuangan WIKA akan pulih.

“Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA,” kata Mulyani.

3. Berharap tahun ini rampung

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Dengan rancangan itu, Mulyadi berharap akuisisi seluruh saham BUMN di PSBI bisa segera dirampungkan tahun ini.

“Mudah-mudahan pengambilalihan Kereta Cepat ini bisa terjadi juga di 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan kembali bagus lagi,” tutur Mulyadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article