Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Pajak Degresif? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Apa Itu Pajak Degresif? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
ilustrasi pajak (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Intinya Sih
Gini Kak

  • Pajak degresif adalah sistem tarif pajak yang menurun seiring meningkatnya dasar pengenaan pajak, sehingga pendapatan tinggi dikenai tarif lebih rendah dibanding pendapatan rendah.
  • Terdapat tiga jenis tarif degresif: proporsional dengan penurunan konstan, degresif-degresif dengan penurunan melambat, dan degresif-progresif dengan penurunan semakin cepat.
  • Sistem ini mendorong akumulasi modal dan investasi, namun dinilai kurang adil secara vertikal karena membebani kelompok berpendapatan rendah serta berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ada beberapa jenis tarif pajak, salah satunya pajak degresif. Pajak degresif adalah sistem pemungutan pajak dengan persentase tarif yang menurun saat Dasar Pengenaan Pajak (DPP) mengalami peningkatan.

Dalam sistem ini, subjek pajak yang memiliki pendapatan lebih tinggi akan dikenai tarif pajak yang lebih rendah. Sedangkan subjek yang memiliki pendapatan yang lebih rendah akan dikenai tarif pajak yang lebih tinggi. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pajak degresif, simak ulasan berikut ini yuk mengenai jenis hingga kelebihan dan kekurangannya!

Table of Content

1. Apa saja jenis tarif pajak degresif?

1. Apa saja jenis tarif pajak degresif?

jenis tarif pajak degresif
Ilustrasi pajak penghasilan (sumber: pixabay.com)

Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga jenis tarif pajak degresif yang dibedakan oleh besaran penurunan tarifnya, yakni:

  1. Tarif Degresif Proporsional: Penurunan persentase tarif pajak bersifat konstan dan konvensional tanpa dipengaruhi oleh fluktuasi DPP.
  2. Tarif Degresif-Degresif: Kecepatan penurunan persentase tarif pajak semakin mengecil (melambat) seiring dengan meningkatnya nilai DPP.
  3. Tarif Degresif-Progresif: Kecepatan penurunan persentase tarif pajak semakin besar (mengakselerasi) seiring dengan peningkatan nilai DPP.

2. Bagaimana Contoh Simulasi Perhitungan Pajak Degresif?

Bagaimana Contoh Simulasi Perhitungan Pajak Degresif?
ilustrasi tampilan atas formulir pajak (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Jika seorang individu dikenakan dasar pajak sebesar Rp9 juta, maka persentase pengenaannya adalah 30 persen. Namun, individu dengan dasar pajak sebesar Rp25 juta bisa saja memiliki persentase pengenaan lebih rendah.

Tabel simulasi perhitungan pajak degresif

Nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Persentase Tarif Pajak

Nominal Nilai Pajak Terutang

Rp9.000.000

30%

Rp2.700.000

Rp25.000.000

20%

Rp5.000.000

Rp50.000.000

15%

Rp7.500.000

2. Apa Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pajak Degresif?

Apa Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pajak Degresif?
ilustrasi pajak (Freepik.com/roman-)

Kelebihan Pajak Degresif

  • Stimulus Akumulasi Modal: Memberikan insentif finansial bagi korporasi dan individu untuk meningkatkan pendapatan tanpa beban persentase yang memberatkan.
  • Mendorong Investasi: Menyediakan likuiditas lebih besar bagi kelas ekonomi atas untuk melakukan ekspansi bisnis.

Kekurangan Pajak Degresif

  • Aspek Keadilan Vertikal yang Rendah: Sistem ini membebani kelompok masyarakat berpendapatan rendah secara regresif karena proporsi konsumsi atau pendapatan mereka terserap lebih besar untuk pajak.
  • Ketimpangan Ekonomi: Berpotensi memperlebar jurang pemisah (gap) antara kelas pendapatan atas dan kelas pendapatan bawah.

3. Apa Perbedaan Pajak Degresif, Progresif, dan Regresif?

Apa Perbedaan Pajak Degresif, Progresif, dan Regresif?
ilustrasi pajak (Freepik.com)

Perbedaan mendasar dari ketiga sistem ini terletak pada korelasi antara grafik pertumbuhan DPP dengan arah pergerakan persentase tarif:

  • Pajak Progresif: Persentase tarif meningkat linear saat DPP meningkat (Contoh: PPh Pasal 21 Indonesia).
  • Pajak Degresif: Persentase tarif menurun saat DPP meningkat dengan pola penurunan yang bervariasi (proporsional, degresif, atau progresif).
  • Pajak Regresif: Tarif pajak ditetapkan dalam nilai nominal yang tetap (flat), sehingga persentase bebannya secara otomatis mengecil secara tajam saat pendapatan subjek pajak meningkat (Contoh: Bea Meterai).

FAQ Seputar Apa Itu Pajak Degresif

Apa itu pajak degresif?

Sistem pemungutan pajak dengan persentase tarif yang semakin menurun ketika nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau pendapatan wajib pajak mengalami peningkatan.

Apa saja jenis-jenis tarif pajak degresif?

Ada tiga jenis, yaitu tarif degresif proporsional (penurunan konstan), tarif degresif-degresif (penurunan melambat), dan tarif degresif-progresif (penurunan semakin cepat).

Apa perbedaan pajak degresif dan regresif?

Pajak degresif menggunakan persentase tarif yang mengecil saat pendapatan naik. Sementara pajak regresif menggunakan nilai nominal uang yang tetap (flat) untuk semua tingkat pendapatan.

Mengapa pajak degresif dinilai kurang adil?

Karena sistem ini memberikan beban persentase lebih besar kepada kelompok berpendapatan rendah, sehingga dapat memperlebar jurang ketimpangan ekonomi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahreza Murnanda
Jumawan Syahrudin
3+
Fahreza Murnanda
EditorFahreza Murnanda

Related Articles

See More