Jakarta, IDN Times - Eskalasi konflik serangan Israel bersama Amerika Serikat (AS) ke Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak global. Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan kenaikan harga minyak masih berpotensi berlanjut apabila ketegangan geopolitik tidak segera mereda.
Dalam catatannya, harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran 65 dolar AS per barel pada awal Februari kini telah menyentuh level 73 dolar AS per barel.
"Yang pasti adalah kenaikan harga minyak akan cukup signifikan. Bukan tidak mungkin harga minyak global bisa menyentuh 120 dolar AS per barel seperti saat Rusia menginvasi Ukraina,” ujar Huda kepada IDN Times, Ssbtu (28/2/2026).
Menurutnya, langkah Amerika Serikat tersebut berisiko menimbulkan gejolak global serupa dengan konflik Rusia–Ukraina. Lonjakan harga energi akan memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
