Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Kian Mendominasi, Kuasai 30,7 Persen Total Kekayaan Global di 2025
ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Kekayaan rumah tangga global mencapai rekor 570 triliun dolar AS pada 2025, naik 40 triliun dolar AS dari tahun sebelumnya.

  • AS memimpin dengan 175 triliun dolar AS, setara 30,7 persen kekayaan global dan melampaui gabungan China, Jerman, Jepang, Prancis, serta Inggris.

  • China berada di urutan kedua dengan 75 triliun dolar AS; bersama AS, keduanya menguasai 43,9 persen kekayaan rumah tangga dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kekayaan rumah tangga dunia mencapai rekor sekitar 570 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025 atau setara kurang lebih Rp10.052,5 kuadriliun jika menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.636 per dolar AS pada 4 September 2026. Angka tersebut naik 40 triliun dolar AS dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa total nilai aset rumah tangga di berbagai negara terus bertambah.

Namun, kalau kamu melihat persebarannya, kekayaan global ternyata masih sangat terkonsentrasi di beberapa negara besar. AS berada jauh di posisi teratas dengan kekayaan rumah tangga sebesar 175 triliun dolar AS atau sekitar Rp3.086,3 kuadriliun. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30,7 persen dari total kekayaan rumah tangga dunia.

Menariknya, dominasi AS ini baru terasa lebih jelas kalau kamu membandingkannya dengan kekayaan negara-negara lain yang ada di bawahnya. Lantas, seberapa besar sebenarnya selisih kekayaan AS dengan negara-negara tersebut?

1. AS menguasai hampir sepertiga kekayaan rumah tangga dunia

ilustrasi Wall Street, New York, Amerika Serikat (unsplash.com/Lo Lo)

AS menjadi negara dengan kekayaan rumah tangga terbesar pada 2025, mencapai 175 triliun dolar AS atau sekitar Rp3.086,3 kuadriliun. Porsinya mencapai 30,7 persen dari total kekayaan rumah tangga global yang sebesar 570 triliun dolar AS atau sekitar Rp10.052,5 kuadriliun. Jadi, kalau seluruh kekayaan rumah tangga dunia kamu ibaratkan sebagai satu kue besar, hampir sepertiga bagian berada di AS.

Besarnya kekayaan tersebut, salah satunya didorong oleh kenaikan nilai aset finansial. Pasar saham AS menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kekayaan rumah tangga pada 2025, seiring optimisme terhadap perkembangan akal imitasi (AI) dan meningkatnya laba perusahaan. Kondisi ini terutama memberikan dampak besar kepada rumah tangga yang memiliki saham atau aset investasi karena kenaikan harga aset secara langsung meningkatkan nilai kekayaan mereka.

2. Kekayaan AS lebih besar dari gabungan lima negara

ilustrasi toko buah di New York, Amerika Serikat (pexels.com/Anton Massalov)

Dominasi AS semakin terlihat kalau kamu membandingkannya dengan negara-negara lain. Kekayaan rumah tangga AS sebesar 175 triliun dolar AS atau sekitar Rp3.086,3 kuadriliun, bahkan lebih tinggi dibandingkan gabungan China, Jerman, Jepang, Prancis, dan Inggris yang mencapai 151 triliun dolar AS atau sekitar Rp2.663 kuadriliun. Artinya, satu negara saja mempunyai total kekayaan rumah tangga lebih besar daripada lima negara besar setelahnya jika digabungkan.

Meski angkanya sangat besar, kamu juga perlu ingat bahwa total kekayaan nasional gak berarti seluruh masyarakat menikmati kekayaan tersebut secara merata, lho. Kekayaan di AS justru cukup terkonsentrasi pada kelompok masyarakat paling kaya. Kelompok 1 persen rumah tangga teratas menguasai hampir sepertiga kekayaan nasional, sementara lebih dari 18 persen populasi AS masih berada di bawah garis kemiskinan.

3. China berada di posisi kedua dengan Rp1.322 kuadriliun

ilustrasi China (magnific.com/evening_tao)

China menempati posisi kedua dengan kekayaan rumah tangga mencapai 75 triliun dolar AS atau sekitar Rp1.322,7 kuadriliun. Angka tersebut setara dengan 13,2 persen dari total kekayaan rumah tangga global, atau kurang dari separuh porsi yang dimiliki AS. Meski begitu, China masih berada jauh di atas negara lain dalam daftar karena Jerman yang berada di posisi ketiga hanya memiliki 23 triliun dolar AS atau sekitar Rp405,6 triliun.

Kekayaan rumah tangga China pada 2025 juga menghadapi tekanan dari penurunan harga properti. Ketika nilai real estat turun, nilai kekayaan yang dimiliki rumah tangga secara otomatis ikut berkurang di atas kertas. Walaupun begitu, total 75 triliun dolar AS atau sekitar Rp1.322,7 kuadriliun tetap membuat China menjadi salah satu pusat kekayaan rumah tangga terbesar di dunia.

4. AS dan China menguasai hampir 44 persen kekayaan global

ilustrasi mata uang dolar AS, bendera Amerika Serikat dan China (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kalau kamu menggabungkan AS dan China, total kekayaan rumah tangga kedua negara mencapai 250 triliun dolar AS atau sekitar Rp4.409 kuadriliun. Jumlah tersebut setara dengan 43,9 persen dari total kekayaan rumah tangga dunia yang mencapai 570 triliun dolar AS. Dengan kata lain, hampir separuh kekayaan rumah tangga global terkonsentrasi hanya di dua negara.

Jarak dengan negara-negara lain juga cukup mencolok. Jerman berada di peringkat ketiga dengan 23 triliun dolar AS atau sekitar Rp405,6 triliun, sedangkan Jepang menyusul dengan 22 triliun dolar AS atau sekitar Rp388 triliun. Prancis memiliki 16 triliun dolar AS atau sekitar Rp282,2 triliun, Inggris 15 triliun dolar AS atau sekitar Rp264,5 triliun, dan Italia serta Kanada masing-masing 13 triliun dolar AS atau sekitar Rp229,3 triliun.

5. Eropa tetap kuat dengan beberapa negara tumbuh cepat

ilustrasi London, Inggris, Eropa, pejalan kaki (pexels.com/Daria Agafonova)

Walaupun gak ada negara Eropa yang mendekati kekayaan AS dan China, kawasan tersebut tetap punya banyak wakil dalam daftar. Jerman menjadi negara Eropa dengan kekayaan rumah tangga terbesar, yaitu 23 triliun dolar AS atau sekitar Rp405,6 triliun, disusul Prancis 16 triliun dolar AS atau Rp282,2 triliun, Inggris 15 triliun dolar AS atau Rp264,5 triliun, dan Italia 13 triliun dolar AS atau Rp229,3 triliun. Spanyol juga mencatat 11 triliun dolar AS atau sekitar Rp194 triliun, sedangkan Belanda mencapai 6,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp112,9 triliun.

Menariknya, beberapa negara Eropa justru termasuk yang mengalami pertumbuhan kekayaan rumah tangga paling cepat pada 2025. Polandia, Irlandia, Spanyol, dan Swedia mencatat pertumbuhan dua digit dalam denominasi dolar AS. Negara-negara dengan nilai lebih kecil seperti Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Polandia, Irlandia, Portugal, dan Finlandia juga tetap masuk dalam daftar, menunjukkan bahwa peta kekayaan global gak hanya ditentukan oleh negara dengan ekonomi terbesar.

Data tersebut menunjukkan bahwa kekayaan rumah tangga dunia memang terus bertambah, tapi persebarannya masih jauh dari merata. AS sendiri menguasai 175 triliun dolar AS atau sekitar Rp3.086,3 kuadriliun, setara dengan 30,7 persen dari total kekayaan rumah tangga global. China berada di posisi kedua dengan 75 triliun dolar AS atau sekitar Rp1.322,7 kuadriliun, sehingga keduanya secara bersama-sama menguasai hampir 44 persen kekayaan rumah tangga dunia.

Buat kamu, angka ini juga menunjukkan kenapa melihat pertumbuhan kekayaan global gak cukup hanya dari total nominalnya. Kamu perlu melihat negara mana yang menguasainya dan bagaimana kekayaan tersebut tersebar di dalam masing-masing negara. Sebab, sebuah negara bisa memiliki total kekayaan yang sangat besar, tapi manfaat ekonominya belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article