Penjualan Pertamax Green Melonjak 267 Persen hingga Agustus

- Penjualan Pertamax Green 95 naik 267 persen sejak awal 2025 hingga Agustus 2026, dengan kenaikan rata-rata harian mencapai 446 persen.
- Produk ini tersedia di 190 SPBU yang berada di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
- Rata-rata penjualan harian meningkat dari sekitar 17 KL pada Januari menjadi 132 KL, sementara sebaran outlet akan terus dikembangkan.
Jakarta, IDN Times - Penjualan Pertamax Green 95 meningkat 267 persen sejak awal 2025 hingga Agustus 2026. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan kenaikan penjualan secara rata-rata harian bahkan mencapai 446 persen.
Kenaikan tersebut terlihat dari tren penjualan Pertamax Green yang terus meningkat. Pertamina Patra Niaga juga mencatat pertumbuhan penjualan seiring dengan bertambahnya jumlah SPBU yang menyediakan produk tersebut.
"Kita dapat melihat di sini tren penjualan produk Pertamax Green secara umum dapat diterima dengan baik," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).
1. Pertamax Green tersedia di 190 SPBU

Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Pertumbuhan penjualan Pertamax Green diikuti dengan perluasan sebaran SPBU yang menyediakan produk tersebut. Saat ini, outlet Pertamax Green masih berada di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Di Banten terdapat 28 SPBU yang menyediakan Pertamax Green. Sementara itu, DKI Jakarta memiliki 40 SPBU, Jawa Barat 53 SPBU, Jawa Tengah 16 SPBU, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 6 SPBU, dan Jawa Timur 47 SPBU.
"Tren penjualan ini juga diimbangi dengan peningkatan sebaran outlet Pertamax Green," ujar Mars Ega.
2. Penjualan harian naik dari 17 KL jadi 132 KL

Nozzel Pertamax Green 95 berwarna ungu. (IDN Times/Larasati Rey) Mars Ega mengatakan rata-rata penjualan Pertamax Green saat ini mencapai 132 kiloliter (KL) per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan penjualan pada Januari yang masih sekitar 17 KL per hari. Pertamax Green merupakan produk nonsubsidi yang mengikuti harga pasar.
"Ini meningkat cukup signifikan karena kalau kita melihat di awal tahun Januari itu masih sekitar 17 KL per hari. Penjualan ini terus meningkat," tuturnya.
3. Pertamax Green bakal diperluas ke wilayah lain

Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pertamina meluncurkan produk Pertamax Green 95 untuk wilayah Jawa Tengah. (dok. Pertamina) Pertamax Green menjadi produk yang digunakan Pertamina Patra Niaga untuk menyalurkan bioetanol. Produk tersebut memiliki kandungan bioetanol sebesar 5 persen.
Pertamina Patra Niaga meluncurkan Pertamax Green sejak 2023. Namun, sebaran outlet Pertamax Green masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pertamina Patra Niaga akan terus mengembangkan sebaran outlet tersebut.
"Saat ini outlet Pertamax Green masih terkonsentrasi di pulau Jawa, karena kami juga akan terus mengembangkan, berkoordinasi dengan kementerian ESDM khususnya dari sourcing atau penyedia bioetanolnya," kata dia.




















