Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Astra Bakal Bangun 1.000 Unit Rusun MBR-MBT di DKI, Pakai Lahan KAI
Konferensi pers pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) MBR-MBT. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Pemerintah bersama Astra International akan membangun 1.000 unit rusun untuk MBR dan MBT di DKI Jakarta menggunakan lahan milik PT KAI sebagai bagian dari program 3 juta rumah.
  • Pembangunan dimulai tahun ini setelah izin lahan disetujui, dengan koordinasi antara Astra, Kementerian PKP, dan Pemprov DKI; setiap unit berukuran 35 meter persegi dengan dua kamar tidur.
  • Lahan BUMN seperti milik PT KAI dan Angkasa Pura akan dioptimalkan untuk mendukung program perumahan nasional, memastikan ketersediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah bakal membangun 1.000 unit rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT) sebagai bagian dari program 3 juta rumah.

Adapun 1.000 unit rumah susun itu akan dibangun di wilayah DKI Jakarta, di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan untuk pengerjaan konstruksi akan dilaksanakan oleh PT Astra International Tbk (ASII).

“Kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap pilih negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” kata Maruarar dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/3/2026).

1. Pembangunan dimulai tahun ini

Kunjungan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait ke lahan milik KAI di dekat Stasiun Jakarta Kota yang akan menjadi lokasi pembangunan rumah susun MBR-MBT. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan yang sama, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto mengatakan pembangunan akan dimulai tahun ini, menunggu perizinan lahan dari pemerintah.

“Segera (dibangun) setelah konfirmasi lahannya negara sudah tersedia,” tuturnya.

Maruarar atau yang akrab disapa Ara mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait perizinan lahan.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Jakarta dan juga Wali Kota Jakarta Pusat yang sudah mengkonfirmasi untuk bisa mendukung izin-izinnya,” ucap Ara.

2. Bakal dibangun di sejumlah lokasi

Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di dekat Stasiun Jakarta Kota yang akan menjadi lokasi pembangunan rumah susun MBR-MBT. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adapun pembangunan rusun 1.000 unit itu akan dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya lahan milik PT KAI di dekat Stasiun Jakarta Kota, tepatnya di area parkir Kemukus, di Jalan Lada Dalam, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Lahan itu memiliki luas 6.500 meter persegi. Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, area itu cocok untuk dibangun rusun komersial.

“Kalau secara komersial ini cukup lumayan, bagus. Yang kedua adalah ini cukup jauh dari bantaran rel. Sehingga kami melihat di sini potensi, dan kalau kita lihat nanti calon penghuninya dalam 10-15 tahun ke depan juga growing very fast,” ujar Bobby.

Kembali ke Boy, dia mengatakan setiap unitnya akan memiliki luas 35 meter persegi, yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.

“Satu unitnya ada 2 kamar, ukurannya 35 meter, ada 1 kamar mandinya juga,” tutur Boy.

3. Lahan BUMN bakal dimanfaatkan buat program 3 juta rumah

Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di dekat Stasiun Jakarta Kota yang akan menjadi lokasi pembangunan rumah susun MBR-MBT. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria memastikan, lahan BUMN bakal dioptimalkan untuk mendukung program 3 juta rumah.

Selain lahan PT KAI, BUMN juga telah memberikan lahan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk program tersebut.

“Barusan kita meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah, MBR dan MBT yang insyaallah akan segera kita lakukan. Dan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia. Ini baru sebagian, tentu berikutnya akan terus lagi,” ujar Dony.

Editorial Team