Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah KA Blambangan Ekspres Kereta dengan Jarak Tempuh Terpanjang?

Benarkah KA Blambangan Ekspres Kereta dengan Jarak Tempuh Terpanjang?
Kereta Api Bambangan Ekspres rute Pasarsenen-Ketapang (pp). (dok. KAI)
Intinya Sih
  • PT KAI menghadirkan KA Blambangan Ekspres rute Jakarta–Ketapang sejauh 1.030 km, menjadikannya kereta dengan relasi terpanjang di Indonesia.
  • Perjalanan KA Blambangan Ekspres melintasi berbagai kota besar di pesisir utara dan timur Jawa, menghubungkan Jakarta hingga Banyuwangi dengan waktu tempuh sekitar 16 jam 30 menit.
  • Ada empat kereta jarak jauh lainnya dalam daftar terpanjang: Sangkuriang, Pandalungan, Gajayana, dan Gaya Baru Malam Selatan yang masing-masing melayani lintas utama Pulau Jawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyediakan layanan kereta rute Jakarta - Ketapang (Banyuwangi). Kereta itu melaju hingga 1.030 kilometer (km) dalam satu perjalanan.

Benarkah dengan jarak tempuh itu, KA Blambangan Ekspres menjadi kereta dengan relasi terpanjang di Indonesia? Cek faktanya.

1. Ada 5 kereta api dengan jarak tempuh atau relasi terpanjang di Indonesia

ilustrasi KA Pandalungan (commons.wikimedia.org/Muhammad Fathy P M)
ilustrasi KA Pandalungan (commons.wikimedia.org/Muhammad Fathy P M)

KAI mencatat, ada lima kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang yang menempuh jarak sekitar 825 km hingga lebih dari 1.000 km. Berikut daftarnya.

  1. KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang dengan  jarak tempuh 1.030 kilometer, dan waktu tempuh 16 jam 30 menit.
  2. KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang dengan jarak tempuh 1.002 km, waktu tempuh 17 jam 30 menit.
  3. KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dengan jarak tempuh 919 km, dan waktu tempuh 13 jam.
  4. KA Gajayana relasi Gambir–Malang dengan jarak tempuh 904 km, dan waktu tempuh 12 jam 16 menit.
  5. KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng dengan jarak tempuh 825 km, dan waktu 12 jam 29 menit.

2. KA Blambangan Ekspres layani relasi terpanjang

Seorang penumpang wanita saat membuka handphone di dalam gerbong KA Blambangan Ekspres yang berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menuju Stasiun Ketapang Banyuwangi. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Seorang penumpang wanita saat membuka handphone di dalam gerbong KA Blambangan Ekspres yang berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menuju Stasiun Ketapang Banyuwangi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Melihat data di atas, maka benar KA Blambangan Ekspres menjadi kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia. Perjalanannya menghubungkan Jakarta dengan Ketapang di Banyuwangi melalui sejumlah kota di pesisir utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember.

Setibanya di Banyuwangi, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang untuk perjalanan lanjutan menuju Bali.

3. Kelebihan empat kereta dengan relasi terpanjang lainnya

Dok. KAI Kereta Ekonomi New Generation Beroperasi pada KA Gaya Baru Malam Selatan
KA Gaya Baru Malam Selatan menggunakan rangkaian kereta New Generation. (dok. KAI)

Di peringkat kedua, KA Sangkuriang menghubungkan Bandung dengan Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa. Dalam perjalanannya, kereta api ini melayani sejumlah kota seperti Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.

Kehadiran KA Sangkuriang memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelanggan dapat melakukan perjalanan panjang dalam satu kereta api tanpa perlu berpindah layanan di tengah perjalanan.

KA Pandalungan berada di posisi ketiga dengan relasi Gambir–Jember. Kereta api ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember.

Relasi tersebut mendukung perjalanan masyarakat menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta pariwisata di wilayah Jawa Timur. Dari Jember, pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi alam dan budaya di kawasan Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.

Pada posisi keempat, KA Gajayana melayani perjalanan antara Gambir dan Malang. Jalurnya melewati sejumlah kota di lintas selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen.

Perjalanan tersebut menghadirkan akses menuju sejumlah kota wisata dan budaya. Pelanggan dapat merencanakan liburan ke Yogyakarta, Solo, Blitar, hingga Malang yang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta beragam destinasi keluarga.

Melengkapi lima besar, KA Gaya Baru Malam Selatan menghubungkan Pasarsenen dengan Surabaya Gubeng. Kereta api ini melayani perjalanan melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Dengan banyaknya kota yang dilayani, KA Gaya Baru Malam Selatan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah di lintas selatan Jawa. Layanan tersebut mendukung perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, destinasi wisata, dan tempat tinggal keluarga.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More