Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Cara Mengetahui UMKM Benar-Benar Menghasilkan Laba?

Bagaimana Cara Mengetahui UMKM Benar-Benar Menghasilkan Laba?
ilustrasi bisnis franchise (pexels.com/James Frid)
  • Omzet besar belum menjamin UMKM untung; laba terlihat setelah seluruh pendapatan dikurangi biaya bahan baku, gaji, sewa, utilitas, pemasaran, dan operasional.
  • Pemisahan uang bisnis dan pribadi serta penghitungan margin tiap produk membantu pemilik melihat sumber keuntungan nyata dan mengevaluasi produk yang biayanya terlalu tinggi.
  • Pemilik perlu memantau arus kas dan membandingkan pendapatan, biaya, serta laba secara berkala untuk memastikan dana operasional cukup dan pertumbuhan usaha sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Omzet besar sering dianggap sebagai tanda bahwa sebuah UMKM sudah menghasilkan banyak uang. Padahal, tingginya penjualan belum tentu berarti bisnis tersebut benar-benar untung. Sebagian besar pendapatan bisa saja habis untuk membeli bahan baku, membayar karyawan, sewa tempat, listrik, hingga biaya operasional lainnya.

Karena itu, pemilik UMKM perlu melihat laba berdasarkan angka yang lebih lengkap, bukan hanya uang yang masuk ke rekening. Dengan pencatatan sederhana, kondisi keuangan usaha sebenarnya bisa diketahui dengan lebih jelas. Berikut beberapa cara untuk mengetahui apakah UMKM benar-benar menghasilkan laba.

  1. 1. Bandingkan omzet dengan seluruh biaya

    ilustrasi atur keuangan bisnis
    ilustrasi atur keuangan bisnis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Langkah pertama adalah mencatat seluruh pendapatan dari penjualan selama periode tertentu. Setelah itu, kurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis pada periode yang sama.

    Biaya tersebut bukan hanya bahan baku atau stok barang, tetapi juga gaji, sewa, listrik, internet, transportasi, pemasaran, biaya administrasi, hingga pengeluaran operasional lainnya. Jika setelah seluruh biaya dikurangi masih terdapat sisa positif, angka tersebut menjadi gambaran awal laba usaha.

  2. 2. Pisahkan uang bisnis dan pribadi

    ilustrasi beda rekening
    ilustrasi untuk pisahkan ke berbagai rekening (pexels.com/aukid)

    Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi pada UMKM adalah mencampurkan uang usaha dengan uang pribadi. Pemilik mengambil uang dari kas bisnis untuk kebutuhan sehari-hari tanpa mencatatnya sebagai pengambilan pribadi.

    Akibatnya, saldo rekening terlihat besar atau kecil tanpa menunjukkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Memisahkan rekening dan pencatatan keuangan usaha dapat membantu pemilik mengetahui berapa uang yang benar-benar berasal dari aktivitas bisnis.

  3. 3. Hitung laba per produk atau layanan

    ilustrasi bisnis makanan
    ilustrasi bisnis makanan (pexels.com/Jimmy Liao)

    Omzet total belum cukup untuk mengetahui produk mana yang sebenarnya menghasilkan keuntungan. Setiap produk memiliki biaya produksi dan margin yang berbeda sehingga perlu dihitung secara lebih spesifik.

    Misalnya sebuah produk dijual Rp50 ribu, tetapi membutuhkan biaya bahan baku, kemasan, dan biaya langsung lainnya sebesar Rp35 ribu. Artinya, margin kotor sebelum biaya operasional lainnya hanya Rp15 ribu. Perhitungan seperti ini membantu pemilik mengetahui produk mana yang layak dipertahankan dan mana yang perlu dievaluasi.

  4. 4. Perhatikan arus kas

    ilustrasi bisnis fnb
    ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Kampus Production)

    Laba dan arus kas merupakan dua hal yang berbeda. Bisnis bisa terlihat menghasilkan laba secara pencatatan, tetapi mengalami kesulitan membayar tagihan karena uang tunai belum diterima dari pelanggan atau terlalu banyak modal tertahan dalam stok.

    Karena itu, pemilik perlu mengetahui berapa uang yang masuk dan keluar dalam periode tertentu. Arus kas yang sehat membantu memastikan bisnis memiliki dana yang cukup untuk membayar kebutuhan operasional tanpa terus bergantung pada tambahan modal.

  5. 5. Bandingkan laba secara berkala

    ilustrasi karyawan bisnis fnb
    ilustrasi karyawan bisnis fnb (pexels.com/Elle Hughes)

    Mengetahui laba satu bulan saja belum cukup untuk menilai kesehatan bisnis. Pemilik sebaiknya membandingkan pendapatan, biaya, dan laba dari bulan ke bulan untuk melihat apakah kinerja usaha benar-benar berkembang.

    Jika omzet naik tetapi laba justru terus menurun, ada kemungkinan biaya meningkat lebih cepat daripada penjualan. Sebaliknya, jika laba meningkat secara konsisten dengan arus kas yang sehat, bisnis memiliki tanda yang lebih kuat bahwa pertumbuhannya berjalan dengan baik.

    UMKM yang benar-benar menghasilkan laba bukan sekadar bisnis dengan omzet besar. Laba baru terlihat setelah seluruh biaya yang berkaitan dengan operasional diperhitungkan dan uang bisnis dipisahkan dari kebutuhan pribadi pemilik.

    Karena itu, pemilik UMKM sebaiknya rutin mencatat omzet, biaya, margin produk, dan arus kas. Dengan pencatatan sederhana tetapi konsisten, pemilik dapat mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya terlihat ramai dari jumlah penjualannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More