ilustrasi seorang pembeli memeriksa label harga (pexels.com/Proyek Saham RDNE)
Strategi price anchoring memiliki berbagai bentuk yang dirancang untuk memengaruhi persepsi dan keputusan pelanggan. Berikut bentuknya:
High anchors
Strategi ini sering digunakan pada produk mewah. Penjual menampilkan produk premium berdampingan dengan produk yang memiliki harga lebih rendah. Produk dengan harga lebih rendah kemudian terlihat sebagai pilihan yang lebih bernilai dibandingkan produk premium tersebut.
Contohnya, dealer mobil menampilkan mobil sport mewah dengan harga Rp1 miliar di samping sedan kelas menengah seharga Rp300 juta. Harga mobil sport yang tinggi membuat sedan tersebut terlihat lebih terjangkau dan memiliki nilai lebih baik.
Low anchors
Berbeda dengan high anchors, strategi low anchors digunakan untuk mendorong pelanggan memilih produk dengan harga lebih tinggi.
Harga awal yang lebih rendah membuat pelanggan membandingkan fitur dan kemampuan produk. Mereka kemudian dapat melihat pilihan yang lebih mahal menawarkan manfaat lebih banyak.
Contohnya, layanan streaming menawarkan paket dasar seharga Rp50 ribu per bulan dan paket premium seharga Rp100 ribu per bulan dengan fitur tambahan. Harga paket dasar membuat paket premium terlihat lebih bernilai meskipun harganya lebih mahal.
Tiered pricing
Strategi tiered pricing menawarkan beberapa tingkatan produk atau layanan dengan kemampuan berbeda.
Contohnya, perusahaan perangkat lunak menyediakan paket dasar, pro, dan premium. Paket dasar memiliki fitur standar dengan harga lebih rendah, sedangkan paket pro dan premium menawarkan lebih banyak kemampuan dengan harga yang lebih tinggi.
Reference pricing
Reference pricing dilakukan dengan membandingkan harga produk dengan harga pesaing.
Contohnya, sebuah merek menjual smartphone seharga Rp5 juta dan menyebut produknya lebih murah Rp500 ribu dibandingkan merek lain ketika pelanggan menggunakan kontrak tertentu. Strategi ini tidak hanya mendorong pembelian, tetapi juga dapat membuat pelanggan berpindah pilihan merek.
Bundle pricing
Bundle pricing merupakan strategi menggabungkan beberapa produk atau layanan dalam satu paket dengan harga yang biasanya lebih rendah dibandingkan membeli setiap produk secara terpisah. Strategi ini banyak digunakan dalam berbagai sektor, seperti asuransi hingga makanan cepat saji.
Contohnya, penyedia layanan televisi kabel menawarkan paket yang mencakup internet, telepon, televisi, serta fitur tambahan seperti DVR atau platform streaming dengan harga lebih murah dibandingkan membeli setiap layanan secara sendiri-sendiri.