Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bahlil Sentil Pengusaha yang Ngebet Masuk Dunia Politik

2 min read
Bahlil Sentil Pengusaha yang Ngebet Masuk Dunia Politik
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Bahlil Lahadalia menyoroti pengusaha yang mulai melirik politik setelah memiliki modal usaha.

  • Ia menceritakan pengalaman merintis usaha, termasuk mengantre berminggu-minggu untuk mengurus izin.

  • Bahlil meminta pengusaha menciptakan peluang dan konsisten mengembangkan bisnis sebelum terjun ke politik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyoroti kebiasaan pengusaha pribumi yang mulai melirik politik setelah memiliki modal usaha.

Menurutnya, pengusaha perlu membangun karakter dan mengembangkan bisnis sebelum memutuskan terjun ke dunia politik. Bahlil menyampaikan pandangan tersebut saat menceritakan pengalamannya merintis usaha dari daerah.

"Kalau karakter, rata-rata kita pengusaha pribumi ini, rata-rata ya, mohon maaf, rata-rata nih, kalau sudah punya modal agak sedikit baik, sudah mencong masuk politik. Mau maju anggota DPR, bupati, wali kota, gubernur," kata Bahlil dalam acara HIPPI di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026).

  1. 1. Bahlil pernah antre lama untuk urus proyek

    20261012_113748.jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil menceritakan perjalanan awalnya sebagai pengusaha. Dia pernah menangani proyek dengan nilai kontrak Rp60 juta. Saat itu, dia juga harus mengantre berhari-hari di kantor bupati untuk mendapatkan kesempatan mengurus keperluan usahanya.

    "Saya pernah antre untuk mendapatkan izin di Kepala Dinas Pendapatan. Waktu itu SIUP-nya masih di sana. Itu juga berminggu-minggu," ujar dia.

    Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bahlil sebelum menempati sejumlah jabatan di pemerintahan. Sebelum menjadi menteri, dia juga pernah menjabat Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

  2. 2. Bahlil merasa peluang usaha harus diciptakan

    20261012_121507(3).jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil menilai, pengusaha tidak bisa hanya mengandalkan peluang yang datang dengan sendirinya. Mereka juga perlu berupaya menciptakan peluang agar bisnis dapat berkembang.

    Dia mencontohkan pengalamannya saat menjabat Ketua Umum HIPMI di Papua. Melalui posisi tersebut, dia dan para pengusaha daerah mulai memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pengusaha besar.

    "Artinya, Bapak Ibu semua, peluang itu harus diciptakan. Peluang itu datang dengan sendirinya atau kita menciptakannya," kata Bahlil.

  3. 3. Bahlil sarankan pengusaha konsisten mengembangkan bisnis

    20261012_121507(2).jpg
    Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater XXI, Senin (12/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Bahlil menilai, terjun ke politik bukan sesuatu yang keliru bagi pengusaha. Namun, dia menyarankan agar mereka lebih dahulu konsisten membangun bisnis hingga berkembang.

    Dia menyinggung pengusaha yang beralih ke politik, tetapi kembali merintis usaha dari awal ketika belum berhasil mendapatkan jabatan politik. Bahlil berpandangan pengusaha sebaiknya memperkuat bisnisnya terlebih dahulu sebelum mencoba peruntungan di dunia politik.

    "Nanti kalau sudah belum beruntung, mulai lagi dari bawah. Ini menurut saya, bagus juga bukan enggak bagus. Tapi menurut saya kalau menjadi pengusaha yang benar, ya konsisten aja dulu," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More