Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan nilai ekspor sektor mineral nikel mencapai minimal 45 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026. Angka itu setara Rp805,5 triliun (kurs Rp17.900).
Target tersebut meningkat dibandingkan nilai ekspor pada 2025 yang diklaim telah melampaui 40 miliar dolar AS. Peningkatan tersebut berkaitan dengan kebijakan penghentian ekspor bijih nikel dan pembangunan industri pengolahan di dalam negeri alias hilirisasi.
"Di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka 45 miliar dolar AS. Ini baru satu komoditas. Ini baru satu komoditas," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, dikutip Kamis (15/10/2026).
