Jakarta, IDN Times - AirNav Indonesia merilis NOTAM (C1086/26 NOTAMN) penghentian operasional Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung Jawa Barat sampai pukul 16.00 WIB, Minggu (6/9/2026).
Penutupan operasional dilakukan imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Penutupan Bandara Husein Sastranegara berlaku mulai pukul 12.07 WIB dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 16.00 WIB pada 6 September 2026,” bunyi pernyataan resmi AirNav Indonesia.
Bandara Husein menjadi bandara komersil keempat yang ditutup operasionalnya imbas erupsi, setelah Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur; dan Bandara Radin Inten II, Lampung.
Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 736 penerbangan.
Rinciannya, sebanyak 301 penerbangan dari dan ke Bandara Soetta terdampak, 23 penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma terdampak, dan 12 penerbangan dari dan ke Bandara Radin Inten II terdampak.
Kemudian, sebanyak 277 penerbangan dari dan ke bandara lainnya terdampak.
