Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

736 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

736 Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, berdampak pada sedikitnya 736 penerbangan di Indonesia akibat penutupan sementara tiga bandara utama.
  • Gangguan mencakup 301 penerbangan di Soekarno-Hatta, 23 di Halim Perdanakusuma, 12 di Radin Inten II, serta 277 penerbangan lain karena rotasi pesawat.
  • InJourney Airports mengaktifkan Service Recovery Action, menyediakan informasi berkala, makanan ringan, bus menuju hotel, dan area khusus bagi penumpang terdampak di terminal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sedikitnya 736 penerbangan di Indonesia pada Minggu (6/9/2026). Mayoritas rute terganggu akibat penutupan sementara (Aerodrome Closed) di tiga bandara utama penopang mobilitas udara.

Penutupan operasional berlaku di Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB, serta Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Radin Inten II Lampung hingga pukul 14.00 WIB.

Rinciannya, gangguan melanda 301 penerbangan di Bandara Soetta, 23 penerbangan di Halim Perdanakusuma, dan 12 penerbangan di Radin Inten II.

Sementara itu, sebanyak 277 penerbangan di berbagai bandara wilayah lain turut terkena dampak imbas keterikatan rotasi pesawat.

Bentuk gangguan penerbangan meliputi pembatalan jadwal (cancel), keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.

“Penyampaian informasi secara berkala dan Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara. Pihak maskapai penerbangan juga membuka layanan di setiap terminal di Bandara Soekarno-Hatta terkait kondisi ini,” kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim.

Guna menangani ribuan calon penumpang, InJourney Airports resmi mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di area terminal.

Di Bandara Soekarno-Hatta, bentuk SRA itu mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang pesawat terdampak, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan penyiapan beberapa area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More