Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek DKI

2 min read
Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek DKI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo melakukan penandatanganan perjanjian di Balai Kota Jakarta / (dok Bank Jakarta).
  • Bank Jakarta dan PT SMI menyalurkan pembiayaan sindikasi Rp2,11 triliun untuk tujuh proyek infrastruktur prioritas DKI Jakarta, melalui perjanjian yang ditandatangani di Balai Kota.

  • Bank Jakarta menyediakan Rp1 triliun, sementara PT SMI mendukung maksimal Rp1,11 triliun sebagai alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan transportasi, hunian, dan pengendalian banjir.

  • Dana mencakup Flyover Latumeten, gedung dinas, dua rumah susun, serta pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, tanggul, dan pengendali banjir pesisir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Perjanjian pembiayaan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta.

Pramono Anung mengatakan, pembiayaan sindikasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, tetapi juga mengembangkan berbagai skema pembiayaan guna mempercepat realisasi proyek-proyek prioritas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2027).

  1. 1. Pembiayaan percepat pembangunan

    a93365b3006ed5b2adc9d9fc6b635273.jpeg
    Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakbar (Dok: Pemprov Jakbar)akarta Barat

    Pramono berharap pembiayaan tersebut dapat mempercepat pembangunan transportasi, hunian layak, serta sarana pengendalian banjir di Ibu Kota. Dari total pembiayaan tersebut, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun.

    "Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi lembaga pembiayaan pemerintah dengan bank pembangunan daerah (BPD) dalam memperkuat alternatif pendanaan pembangunan," katanya.

  2. 2. Sebanyak tujuh proyek yng akan dibangun

    siaranpers_pemprov_dki-20260702104605_c03aw2_341.jpeg
    Gubernur DKI Pramono Anung pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat selesai akhir tahun 2026/ (Dok Pemprov DKI)

    Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, dukungan Bank Jakarta dan PT SMI akan membantu merealisasikan sejumlah pembangunan, mulai dari peningkatan konektivitas, penyediaan hunian layak, hingga penguatan sistem pengendalian banjir.

    Pembiayaan sindikasi tersebut mencakup tujuh kegiatan infrastruktur, yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Selain itu, pembiayaan dialokasikan untuk pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.

  3. 3. Flyover Latumeten sampai waduk

    IMG-20260702-WA0019.jpg
    Gubernur DKI Pramono Anung pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat selesai akhir tahun 2026/ (Dok DPRD DKI

    Pembangunan Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, pembangunan rumah susun diharapkan menambah ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

    Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko bencana serta dampak perubahan iklim.

    Agus mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.

    “Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More