Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Jakarta Siapkan Rp5,88 Triliun, Dorong Jakarta Menuju Global City
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan penandatanganan MOU BUMD dengan BUMN di Balai Agung, Senin (13/10/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Bank Jakarta menyiapkan potensi pembiayaan Rp5,88 triliun untuk rumah pekerja informal, elektrifikasi 3.782 armada Transjakarta, serta pedestrian deck Dukuh Atas.

  • Sebanyak 15 dokumen kerja sama BUMD, BUMN, dan OPD ditandatangani di Balai Kota DKI Jakarta, disaksikan Gubernur Pramono Anung.

  • Pemprov DKI mencatat 52 kerja sama strategis hingga triwulan III 2026, sebagai bagian sinergi pembangunan menuju target Top 50 Global City 2030.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Bank Jakarta menjalin tiga kerja sama strategis dengan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan perangkat daerah DKI Jakarta. Kolaborasi tersebut mencakup pembiayaan rumah bagi pekerja sektor informal, elektrifikasi 3.782 armada Transjakarta, dan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas dengan total potensi nilai sekitar Rp5,88 triliun.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026), disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Kegiatan tersebut mencakup 15 dokumen kerja sama antara BUMD, badan usaha milik negara (BUMN), dan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Hari ini ada 15 dokumen kerja sama antara BUMD dengan BUMD, BUMD dengan BUMN, BUMD dengan OPD yang ada di Jakarta," ujar Pramono.

1. Kerja sama dengan BUMD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan kenaikan modal dasar Bank Jakarta. (Dok/Istimewa).

Kerja sama pertama melibatkan Bank Jakarta, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas PPKUKM, serta Jamkrida Jakarta untuk mendukung Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal. Program ini memiliki potensi nilai Rp587 miliar melalui penyaluran dan penjaminan kredit.

Selanjutnya, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk pembiayaan elektrifikasi 3.782 armada. Kerja sama dengan jangka waktu nota kesepahaman tiga tahun tersebut memiliki potensi nilai Rp5,07 triliun.

Bank Jakarta juga menyiapkan fasilitas kredit berplafon Rp220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun untuk pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).

2. Dukung transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030

Ilustrasi Jakarta, Bundaran HI (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Pramono menegaskan, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mendukung transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030.

“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap kesepakatan ditindaklanjuti dengan program konkret dan target terukur.

“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” ucap Pramono.

3. Pemprov DKI Jakarta mencatat 52 kerja sama strategis

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Roundtable Discussion bertajuk “Shaping the Future Together: Strategic AI Partnership Between Korea and Indonesia” di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat mengatakan, BUMD berperan dalam pembangunan daerah sekaligus peningkatan pelayanan publik.

"BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah," ujar Saefullah.

Hingga triwulan III-2026, Pemprov DKI Jakarta mencatat 52 kerja sama strategis, terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 kerja sama antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD.

Dalam kegiatan tersebut, 15 dokumen kerja sama mencakup sektor kesehatan, perumahan, ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, dan transportasi publik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article