Bank of America Didenda US$1,2 Miliar, Apa Penyebabnya?

- FinCEN mendenda Bank of America US$1,2 miliar karena terlambat melaporkan transaksi mencurigakan lebih dari US$5 miliar, termasuk indikasi pencucian uang, penipuan, dan risiko keuangan ilegal.
- Regulator menilai sistem pemantauan transaksi, pemeriksaan nasabah, pelatihan kepatuhan, dan audit internal bank tidak memadai, sehingga aktivitas mencurigakan bernilai triliunan dolar terlambat atau gagal diinvestigasi.
- Setelah perintah perbaikan OCC pada Desember 2024 belum dipenuhi memadai, bank diwajibkan meninjau ulang transaksi, menjalani penilaian independen, serta memperkuat sistem kepatuhan dan pengawasan.
Bank of America menghadapi denda lebih dari 1,2 miliar dolar AS setelah regulator Amerika Serikat (AS) menemukan kegagalan dalam pengawasan transaksi keuangan. Masalah tersebut berkaitan dengan sistem pencegahan pencucian uang yang dinilai tidak mampu memantau transaksi mencurigakan secara memadai. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu bank terbesar di AS.
Denda tersebut bukan sekadar sanksi atas kesalahan administratif. Regulator menyoroti kelemahan dalam pemantauan transaksi, pemeriksaan nasabah, dan pengawasan internal yang berpotensi membuat aktivitas keuangan ilegal tidak terdeteksi. Berikut beberapa hal penting yang perlu kita pahami dari kasus tersebut.
Table of Content
1. Bank of America gagal melaporkan transaksi mencurigakan

ilustrasi transaksi ilegal (magnific.com/jcomp) Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) menjatuhkan denda 1,2 miliar dolar AS kepada Bank of America. Regulator menemukan bahwa bank tersebut terlambat melaporkan transaksi mencurigakan dengan nilai lebih dari 5 miliar dolar AS. Lebih dari 1 miliar dolar AS di antaranya berkaitan dengan risiko keuangan ilegal yang menjadi prioritas, termasuk transaksi yang mengindikasikan jaringan pencucian uang asal China, penipuan, dan dugaan pencucian uang melalui perdagangan.
Pelaporan transaksi mencurigakan merupakan bagian penting dari upaya mencegah kejahatan keuangan. Bank harus mampu mengenali aktivitas yang tidak wajar dan menyampaikan laporan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Jika laporan terlambat atau tidak disampaikan, aparat penegak hukum bisa kehilangan kesempatan untuk menelusuri aliran dana dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.
2. Sistem pemantauan transaksi dinilai tidak efektif

ilustrasi keamanan (pexels.com/Pixabay) Office of the Comptroller of the Currency (OCC) menemukan bahwa sistem pemantauan transaksi Bank of America tidak bekerja secara memadai. Sistem tersebut gagal memantau transaksi bernilai triliunan dolar secara tepat sehingga banyak aktivitas mencurigakan tidak segera diteruskan kepada tim investigasi. Regulator juga menyoroti kekurangan dalam pelatihan staf kepatuhan dan proses audit internal.
Bank seharusnya memiliki sistem yang mampu mengenali pola transaksi berisiko, memeriksa aktivitas yang mencurigakan, dan menentukan apakah laporan kepada regulator diperlukan. Namun, Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa Bank of America terlalu mengandalkan informasi dari aparat penegak hukum dan lembaga keuangan lain untuk mendeteksi aktivitas tersebut. Akibatnya, sebagian transaksi dibiarkan tanpa pemeriksaan dalam waktu lama meskipun terdapat tanda-tanda yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
3. Bank sudah mendapat peringatan sejak Desember 2024

ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA) Sanksi terbaru ini muncul setelah Bank of America menyepakati perintah cease-and-desist dari OCC pada Desember 2024. Perintah tersebut mewajibkan bank memperbaiki kelemahan dalam program pencegahan pencucian uang dan kepatuhan terhadap Bank Secrecy Act. Namun, OCC menyatakan bahwa perbaikan yang diperlukan belum diselesaikan secara memadai.
Menurut regulator, kelemahan tersebut masih ditemukan lebih dari setahun setelah perintah diterbitkan. Bank dinilai belum cukup memperbaiki proses pemeriksaan transaksi, investigasi aktivitas mencurigakan, dan pengawasan internal. Kondisi ini memperberat persoalan karena regulator tidak hanya menyoroti kegagalan yang terjadi, tetapi juga lambatnya perbaikan setelah masalah sebelumnya diketahui.
4. Total sanksi mencakup denda dan pelanggaran program sanksi AS

ilustrasi uang (pexels.com/Саша Алалыкин) Pada 13 Oktober 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan beberapa tindakan penegakan terhadap Bank of America. FinCEN menjatuhkan denda 1,2 miliar dolar AS, sedangkan OCC menetapkan sanksi perdata sebesar US$750 juta atas kelemahan program kepatuhan bank. Namun, denda OCC diperhitungkan sebagai bagian dari sanksi FinCEN, bukan ditambahkan begitu saja sehingga totalnya menjadi 1,95 miliar dolar AS.
Selain itu, Office of Foreign Assets Control (OFAC), lembaga yang mengawasi penerapan sanksi ekonomi AS, mengumumkan penyelesaian sebesar 11,6 juta dolar AS terkait 475 dugaan pelanggaran program sanksi. Kasus tersebut mencakup transaksi yang berkaitan dengan sejumlah program sanksi, termasuk yang menyasar Rusia dan Iran. Jika seluruh tindakan tersebut diperhitungkan, total sanksi yang diumumkan mencapai lebih dari 1,21 miliar dolar AS.
5. Bank wajib memeriksa ulang transaksi dan memperbaiki kepatuhan

ilustrasi transaksi (pexels.com/Ivan Samkov) Sanksi finansial bukan satu-satunya konsekuensi yang harus dihadapi Bank of America. Bank juga diwajibkan bekerja sama dengan pihak independen untuk meninjau transaksi mencurigakan yang sebelumnya tidak terdeteksi dan melaporkannya kepada FinCEN jika diperlukan. Selain itu, efektivitas sistem pemantauan transaksi, pemeriksaan nasabah, dan pengawasan terhadap rekening bank asing akan menjalani penilaian independen.
Bank of America menyatakan telah menginvestasikan miliaran dolar untuk teknologi dan menugaskan ribuan karyawan guna menangani kejahatan keuangan. Perusahaan juga menyatakan berkomitmen menyelesaikan perbaikan yang diminta regulator. Meski demikian, bank tetap harus membuktikan bahwa sistem pengawasan yang diperbarui mampu mendeteksi dan menangani aktivitas mencurigakan secara tepat waktu.
Kasus ini menunjukkan bahwa kegagalan dalam pengawasan transaksi dapat membawa konsekuensi finansial dan operasional yang besar bagi bank. Selain denda, perusahaan harus mengalokasikan sumber daya untuk memeriksa ulang transaksi dan memperkuat sistem kepatuhan. Bagi investor dan nasabah, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan Bank of America memperbaiki kelemahan tersebut serta memulihkan kepercayaan terhadap pengelolaan risiko keuangannya.





















