- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
- PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS)
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
- PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
- PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
- PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
- PT Temas Tbk (TMAS)
- PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
- PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
- PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
- PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
- PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
- PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
- PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
- PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
- PT Charnic Capital Tbk (NICK)
- PT Steady Safe Tbk (SAFE)
- PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
- PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
- PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
- PT Golden Flower Tbk (POLU)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Bank Mega Tbk (MEGA)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Siantar Top Tbk (STTP)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT FAP Agri Tbk (FAPA)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
- PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII).
BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari Penghitungan IHSG, Ini Daftarnya

- BEI akan mengeluarkan 80 saham berkategori High Shareholding Concentration dari penghitungan IHSG; total bobot saham tersebut sekitar 18 persen terhadap indeks.
- Kebijakan ini ditujukan agar IHSG lebih mencerminkan pergerakan pasar secara wajar, karena konsentrasi kepemilikan tinggi dinilai berpotensi menimbulkan risiko.
- Saham HSC tetap tercatat dan dapat diperdagangkan, tetapi tidak memengaruhi IHSG; saham dapat kembali masuk bila tak lagi memenuhi kriteria HSC.
Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kebijakan ini bertujuan membuat IHSG lebih mencerminkan pergerakan pasar saham secara wajar. Pasalnya, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dinilai memiliki potensi risiko.
“Ke depannya, seluruh saham dalam High Shareholding Concentration (HSC) itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Meski dikeluarkan dari perhitungan IHSG, saham-saham tersebut tetap tercatat dan dapat diperdagangkan di BEI. Kebijakan ini bukan berarti BEI melakukan penghapusan pencatatan atau delisting terhadap saham-saham tersebut.
“(Saham-saham tersebut) tetap bisa diperdagangkan, tetapi pergerakan harganya tidak akan memengaruhi pergerakan IHSG,” katanya.
Sebelumnya, BEI juga telah mengeluarkan saham-saham dalam daftar HSC dari sejumlah indeks acuannya, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.
BEI menyatakan saham yang nantinya tidak lagi memenuhi kriteria HSC dapat kembali menjadi konstituen IHSG.
Kebijakan pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG merupakan salah satu dari dua inisiatif yang diumumkan BEI setelah menggelar pertemuan dengan MSCI Inc pada Senin (19/10/2026) pukul 15.30 WIB.
Inisiatif lainnya adalah menambahkan informasi afiliasi bagi pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen. Kedua langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.
Berikut daftar 80 saham HSC yang akan dikeluarkan dari IHSG:





















![[QUIZ] Mail vs Tuan Krab, Mana Gaya Pengusaha yang Cocok dengan Kepribadianmu?](https://image.idntimes.com/post/20250802/krab33_0397588c-643d-4f3f-9a0f-b058af64ff91.jpeg)