Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate merupakan langkah yang baik.
BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Sebelumnya, BI juga telah menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Mei 2026.
"Kan bagus, ngerem anu (pelemahan rupiah)," kata Luhut kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Luhut mengatakan perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik. Namun, pemerintah tetap memberi perhatian pada sejumlah titik yang perlu diwaspadai, salah satunya perkembangan konflik di kawasan Teluk dan Selat Hormuz yang hingga kini masih berlangsung.
"Bagus, bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke. Tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan," kata mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).
Luhut sore ini menghadap ke Presiden Prabowo Delapan. Dia menjelaskan DEN tidak memiliki jadwal tetap untuk bertemu Presiden. Meski demikian, DEN secara berkala menyampaikan laporan mengenai berbagai perkembangan ekonomi kepada kepala negara.
"Nggak ada jadwal. Ya, kita, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu," ujar Luhut.
