Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.
"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global," ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
