Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Efek Kenaikan BI-Rate, Rupiah Menguat ke Rp17.939 per Dolar

Efek Kenaikan BI-Rate, Rupiah Menguat ke Rp17.939 per Dolar
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Rupiah dibuka menguat ke Rp17.939 per dolar AS setelah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
  • Analis menilai kenaikan suku bunga dan rencana rapat mingguan BI memberi sentimen positif bagi rupiah serta menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Kenaikan harga Pertamax dinilai membantu fiskal dan memperkuat rupiah, meski penguatan terbatas akibat tensi geopolitik dan naiknya harga minyak dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN TImes - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026), setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.939,5 per dolar AS atau menguat 118,50 poin (0,66 persen) dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Mata uang bergerak variatif

Daftar pergerakan mata uang di kawasan Asia, rinciannya:

  • Rupee India menguat 0,36 poin
  • Won Korea menguat 6,11 poin
  • Bath Thailand melemah 0,06 poin
  • Ringgit Malaysia melemah 0,01 poin
  • Dolar Taiwan melemah 0,01 poin

2.

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (10/6/2026), setelah Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai keputusan BI menaikkan suku bunga memberikan sentimen positif bagi rupiah. Apalagi, bank sentral juga mengumumkan akan menggelar rapat mingguan untuk memantau perkembangan pasar keuangan dan stabilitas nilai tukar.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah BI menaikkan suku bunga serta menjadwalkan rapat mingguan ke depan yang memicu harapan adanya kenaikan suku bunga lanjutan apabila diperlukan," ujar Lukman kepada IDN Times.

3. Kenaikan harga Pertamax picu sentimen positif ke rupiah

Menurutnya, kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax juga turut memberikan sentimen positif terhadap rupiah karena dapat membantu mengurangi tekanan fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah tingginya harga energi global.

Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu besar.

Lukman mengatakan, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir serta kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi menahan laju penguatan mata uang Garuda.

"Eskalasi konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia mungkin akan membatasi penguatan rupiah," katanya.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More