Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti risiko yang muncul seiring makin cepatnya penggunaan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomasi.
Menurut Destry, perkembangan teknologi tidak hanya membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko serangan siber, penyalahgunaan data, penipuan atau fraud, hingga scam.
"Karena ya kita tahu, makin canggih, makin interconnected, tentu risiko yang akan kita hadapi juga makin besar," katanya dalam Opening Ceremony Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9/2026).
