Bio Farma Bidik Bisnis Pengobatan Regeneratif

Bio Farma bekerja sama dengan 23 Century Medical Group untuk menjajaki registrasi, komersialisasi, dan distribusi produk berbasis sel punca serta sekretom di Indonesia.
Kemitraan ini menjadi langkah awal eksplorasi terapi seluler dan pengobatan regeneratif yang memenuhi regulasi, standar mutu, serta kebutuhan sistem kesehatan nasional.
Bio Farma menargetkan penguatan ekosistem bioteknologi, ketahanan kesehatan, dan kapabilitas lokal dengan mengutamakan bukti ilmiah, keselamatan pasien, serta kepatuhan regulasi.
akarta, IDN Times - PT Bio Farma (Persero) mengumumkan upaya perluasan kapabilitas perusahaan di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif. Perluasan itu akan mendukung transformasi Bio Farma di sektor life science. Adapun upayanya dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan 23 Century Medical Group Sdn Bhd.
Kerja sama yang diteken ialah terkait penjajakan registrasi, komersialisasi, dan distribusi produk berbasis sel punca (stem cell) dan/atausekretom (secretome) di Indonesia.
1. Eksplorasi inovasi bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif

PT Bio Farma (Persero) mengumumkan upaya perluasan kapabilitas perusahaan di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif. (dok. Bio Farma) Lebih rinci, kerja sama itu menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi peluang menghadirkan inovasi di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif ke Indonesia melalui jalur yang memenuhi ketentuan regulasi, standar mutu, serta kebutuhan sistem kesehatan nasional.
Bio Farma dan 23 Century Medical Group Sdn Bhd telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama tersebut.
“Bagi Bio Farma, pengembangan bidang ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan pengalaman panjang kami dalam pengembangan vaksin dan produk farmasi konvensional,” ucap Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, dikutip Sabtu (10/10/2026).
2. Perkuat kemandirian kesehatan Indonesia

Kantor pusat PT Bio Farma (Persero) di Kota Bandung, Jawa Barat, (dok. Bio Farma) Terapi seluler dan pengobatan regeneratif merupakan bagian dari perkembangan kedokteran modern yang memanfaatkan sel dan produk biologis turunannya untuk mendukung upaya perbaikan, pemulihan, atau peningkatan fungsi biologis.
Melalui pengembangan kapabilitas tersebut, Bio Farma menargetkan peran yang semakin besar dalam ekosistem life science nasional, sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia di tengah perkembangan teknologi kesehatan global yang semakin cepat.
“Dari perspektif riset dan pengembangan, kami memandang kemitraan ini sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan, serta membangun kapabilitas yang akan memperkuat ekosistem bioteknologi Indonesia,” ucap Shadiq.
3. Kembangkan metode baru terapi

Vaksin produksi PT Bio Farma (Persero) atau Biofarma. (dok. Biofarma) CEO 23 Century Medical Group, Dr. Angelina Tiah Shy Yng, mengatakan perkembangan dunia medis semakin mengarah pada terapi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan gejala, tetapi juga pada upaya untuk memperbaiki, memulihkan, dan meningkatkan fungsi biologis.
“Penjajakan dengan Bio Farma membuka peluang untuk memahami kebutuhan dan persyaratan di Indonesia terkait produk berbasis sel punca dan sekretom, serta memory-like natural killer cells,” ucap Angelina.
Dia berharap, kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan kapabilitas lokal dengan mengutamakan bukti ilmiah, mutu, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulasi.

















![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)





