Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin memastikan permasalahan pelunasan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh sudah usai.
Setelah mendapatkan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto, seluruh persoalan menurutnya sudah beres.
“Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres,” kata Bobby dengan yakin, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Prabowo sendiri berkomitmen mengeluarkan membayar utang Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Bobby mengatakan, saat ini tata laksana untuk pembayarannya sedang dirumuskan pemerintah.
“Tata laksananya lagi dibicarakan dengan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,” ujar dia sambil berlalu.
Sebagai informasi, total utang kereta cepat mencapai Rp120,38 triliun. Sebesar 75 persen modal proyek itu dibiayai oleh China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.
Total investasi proyek Whoosh mencapai 7,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, target awal hanya 6 miliar dolar AS. Dengan demikian, biaya proyek Whoosh bengkak 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,05 triliun (kurs Rp16.707,5 per dolar AS).
Pembayaran cost overrun dirancang dengan skema 60 persen dan 40 persen. Di mana sebesar 60 persen atau 720 juta dolar AS dibayar oleh konsorsium Indonesia, dan 40 persen atau senilai 480 juta dolar AS dibayar konsorsium China.
