Apa Itu Hold? Memahami Strategi Menahan Aset untuk Cuan Maksimal

- Strategi hold berarti menahan aset investasi dalam jangka waktu tertentu tanpa menjualnya, dengan harapan nilainya meningkat di masa depan untuk keuntungan jangka panjang.
- Keuntungan utama strategi hold meliputi potensi dividen, peluang capital gain, penghematan biaya transaksi, serta mengurangi stres akibat fluktuasi pasar jangka pendek.
- Risiko strategi hold mencakup potensi kerugian saat harga terus turun dan hilangnya peluang keuntungan dari instrumen investasi lain karena dana tertahan terlalu lama.
Apa itu hold? Hold adalah kegiatan menahan atau mempertahankan kepemilikan aset investasi dalam jangka waktu tertentu tanpa memperjualbelikannya.
Banyak investor melakukan hold karena memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap suatu aset. Sehingga ketika terjadi penurunan nilai saham, mereka tidak cenderung menjualnya, melainkan tetap mempertahankannya karena percaya bahwa nilainya akan meningkat di masa mendatang dan akan memberikan keuntungan yang lebih besar.
Namun, apakah kamu sudah mengetahui keunggulan dan kelemahan dari hold? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Table of Content
1. Pengertian apa itu hold

Dalam dunia investasi, hold adalah keputusan investor untuk tidak mengubah kepemilikan aset investasinya dalam jangka waktu tertentu. Sehingga pada masa hold, investor enggan menjual atau membeli aset investasi untuk sementara waktu.
Pada dasarnya, banyak investor melakukan hold karena melihat adanya potensi untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Walaupun harga aset dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, banyak investor percaya bahwa dalam jangka waktu panjang, nilai aset mereka akan meningkat.
2. Keuntungan menerapkan strategi hold

Setelah memahami pengertiannya, strategi hold juga memiliki sejumlah manfaat yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa keuntungan dari menerapkan strategi hold.
1. Kesempatan mendapat dividen
Saat melakukan hold, investor cenderung mempertahankan aset dalam portofolio mereka dalam jangka waktu yang cukup lama. Apabila investor melakukan hold selama bertahun-tahun, maka investor bisa berpeluang mendapatkan dividen dari perusahaan penerbit saham tersebut.
2. Menikmati kenaikan harga aset
Saat investor mempertahankan asetnya dalam jangka waktu yang cukup lama, tentu ada peluang nilai aset tersebut akan meningkat. Jika harga sudah naik, aset bisa dijual kembali oleh investor dan akan menghasilkan keuntungan yang dikenal juga sebagai capital gain.
3. Mengurangi biaya yang perlu ditanggung
Setiap investor yang bertransaksi jual beli saham di bursa efek akan dikenakan biaya dan pajak. Semakin sering investor melakukan transaksi, semakin besar juga biaya yang harus dikeluarkan, sehingga dengan melakukan hold, investor dapat mengurangi biaya dan pajak yang akan ditanggung.
4. Mengurangi stress dalam investasi
Pasar modal memiliki pergerakan yang cukup dinamis dan cenderung fluktuatif, sehingga dapat membuat investor merasa stres jika tidak siap secara mental. Dengan strategi hold, investor bisa mengurangi tekanan tersebut karena tidak terlalu memperhatikan fluktuasi harga jangka pendek.
3. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan hold?

Setelah memahami keuntungannya, penting juga untuk mengetahui kapan strategi hold sebaiknya diterapkan. Berikut adalah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan hold.
1. Ketika penurunan harga saham terjadi sementara
Penurunan harga saham bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah adanya rumor atau isu negatif mengenai perusahaan yang beredar di media. Penurunan harga aset akibat rumor biasanya bersifat sementara, sehingga biasanya investor cenderung memilih untuk tetap hold daripada menjual sahamnya.
2. Belum mencapai level take profit atau cut loss
Investor biasanya melakukan hold aset ketika harga aset belum mencapai target take profit atau batas cut loss yang sudah ditetapkan dalam rencana trading. Selama harga masih berada di antara kedua level tersebut, investor cenderung menahan sahamnya sampai mencapai target yang diinginkan.
3. Yakin pasa fundamental perusahaan dalam jangka panjang
Investor biasanya melakukan hold ketika mereka yakin dengan fundamental suatu saham atau aset, yang merupakan kondisi dasar dan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang. Dalam situasi ini, mereka tetap akan menahan saham meskipun harga naik atau turun, bahkan kadang menambah pembelian saat harga turun melalui strategi average down untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah.
4. Risiko dan kekurangan strategi hold yang perlu diwaspadai

Setelah mengetahui kapan strategi hold digunakan, penting juga untuk memahami risikonya. Berikut beberapa risiko dan kekurangan dari strategi hold yang perlu diperhatikan.
1. Kerugian
Risiko dapat muncul ketika kondisi pasar tidak sesuai dengan perkiraan investor. Misalnya, saat saham A turun 40% dan investor memilih untuk tetap hold karena mengira harga akan segera pulih, ternyata harga justru terus menurun sehingga kerugian menjadi semakin besar.
2. Risiko kehilangan biaya peluang
Apabila investor menerapkan strategi hold, maka dana yang dimiliki akan tertahan dalam bentuk saham atau aset dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bisa membuat investor kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari instrumen investasi lain, yang dikenal sebagai biaya peluang (opportunity cost).
5. Perbedaan utama: buy, hold, sell

Setelah memahami risiko dari strategi hold, penting juga untuk melihat perbedaannya dengan buy dan sell. Berikut perbedaan utama antara buy, hold, dan sell.
Perbedaan utama: buy, hold, sell
Keterangan | Buy | Hold | Sell |
|---|---|---|---|
Definisi | Kegiatan membeli saham | Kegiatan memegang atau menahan saham yang sudah dibeli | Kegiatan menjual saham |
Tujuan | Mendapatkan aset untuk investasi | Menunggu perkembangan harga | Mengambil keuntungan atau membatasi kerugian |
Waktu | Saat harga dinilai masih murah | Saat belum mencapai target atau masih yakin akan mengalami peningkatan harga | Saat sudah untung atau cut loss |
Itulah penjelasan mengenai apa itu hold, beserta keuntungan, risiko, dan waktu yang tepat untuk menerapkannya. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa lebih bijak dalam menentukan strategi investasi yang sesuai.


















