Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp31,42 Triliun hingga Februari 2026
ilustrasi UMKM (dok. BRI)
  • BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp31,42 triliun hingga Februari 2026, menjangkau 643 ribu debitur UMKM atau 17,46 persen dari total alokasi Rp180 triliun.
  • Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar penyaluran KUR BRI dengan nilai Rp13,25 triliun atau 42,18 persen, menunjukkan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
  • BRI konsisten memperkuat UMKM melalui pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan, serta mencatat peningkatan jangkauan KUR hingga 19 rumah tangga per 100 rumah tangga pada 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp31,42 triliun hingga akhir Februari 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan sektor produktif.
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi bersama 643 ribu debitur UMKM penerima KUR di seluruh Indonesia.
  • Where?
    Penyaluran KUR dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup sektor-sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di daerah perkotaan maupun pedesaan.
  • When?
    Kegiatan penyaluran berlangsung hingga akhir Februari 2026 dengan capaian sementara sebesar 17,46 persen dari total alokasi tahun berjalan yang ditetapkan pemerintah.
  • Why?
    Program ini bertujuan mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • How?
    BRI menyalurkan KUR secara prudent dan transparan menggunakan dana perbankan masyarakat, difokuskan pada sektor produksi seperti pertanian dan perikanan serta disertai pendampingan bagi pelaku usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46 persen dari total alokasi BRI tahun 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan Pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.

1. Pertanian jadi kontributor terbesar sektor produksi KUR BRI

Seorang petani sedang berjalan di Sawah dengan beban di panggul. (Pexels/pixabay)

Tidak hanya dari sisi volume penyaluran, BRI juga memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi mencapai 64,13 persen dari total penyaluran. 

Adapun, di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkan BRI, mencerminkan dukungan perseroan terhadap ketahanan pangan.

2. BRI konsisten kuatkan sektor UMKM

Ilustrasi kerajinan anyaman daun pandan yang menjadi produk UMKM Cilacap dan telah menembus pasar internasional (unsplash.com/Yiyang Jin)

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mendorong penguatan sektor UMKM yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.

Adapun, komitmen tersebut tercermin dari capaian debitur KUR BRI yang berhasil naik kelas sebanyak 213 ribu debitur KUR atau setara 22,23 persen dari total sasaran tahun 2026 sebesar 962 ribu debitur.

Lebih lanjut, Hery menuturkan sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI pun memastikan pemberian KUR dilakukan secara prudent, transparan dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini dikarenakan KUR merupakan kredit yang 100 persen bersumber dari dana bank, atau menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kreditnya harus terjaga dengan baik.

3. KUR BRI juga jangkau sektor rumah tangga

ilustrasi gedung BRI (bri.co.id)

Diketahui, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. 

Capaian ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada 2025 jangkauan KUR BRI tercatat sebesar 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, dan pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga. (WEB)

Editorial Team