Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan yang Umum Dilakukan saat Memilih Franchise Pertama

5 Kesalahan yang Umum Dilakukan saat Memilih Franchise Pertama
ilustrasi menjual makanan (pexels.com/Kampus Production)
Intinya Sih
  • Banyak pemula tergiur franchise populer tanpa riset mendalam, padahal tren bisa cepat mereda dan tidak selalu menjamin keberhasilan jangka panjang.
  • Kesalahan umum lainnya adalah tidak menghitung seluruh biaya operasional serta mengabaikan faktor lokasi yang sangat memengaruhi performa bisnis.
  • Memahami isi perjanjian dan menyesuaikan pilihan franchise dengan kemampuan, waktu, serta minat pribadi menjadi kunci agar bisnis berjalan lebih optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang tertarik memulai bisnis melalui franchise karena dianggap lebih praktis dibanding membangun merek sendiri dari nol. Model bisnis yang sudah dikenal serta sistem operasional yang telah tersedia memang bisa menjadi keuntungan. Namun, bukan berarti semua franchise otomatis cocok atau menjamin keberhasilan.

Bagi pemula, memilih franchise pertama membutuhkan pertimbangan yang matang. Kesalahan pada tahap awal dapat berdampak pada operasional maupun peluang bisnis di masa depan. Berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari saat memilih franchise pertama.

1. Hanya tergiur merek yang sedang viral

ilustrasi bisnis roti
ilustrasi bisnis roti (pexels.com/Leonard Richards)

Franchise yang sedang ramai dibicarakan memang terlihat menjanjikan. Namun, popularitas belum tentu bertahan dalam jangka panjang. Jika hanya mengikuti tren tanpa mempelajari model bisnisnya, risiko penurunan penjualan bisa lebih besar ketika tren mulai mereda.

Sebelum memilih franchise, cari tahu rekam jejak merek tersebut, prospek industrinya, serta strategi pengembangannya. Bisnis yang memiliki fondasi kuat umumnya lebih menjanjikan dibanding yang hanya mengandalkan popularitas sesaat.

2. Tidak menghitung seluruh biaya

ilustrasi merintis bisnis fnb
ilustrasi merintis bisnis fnb (pexels.com/Andrea acosta)

Sebagian calon mitra hanya berfokus pada biaya awal untuk membeli paket franchise. Padahal, masih ada biaya lain seperti sewa tempat, operasional, gaji karyawan, stok barang, hingga biaya promosi. Jika tidak diperhitungkan sejak awal, kondisi keuangan bisnis dapat terganggu.

Membuat perencanaan anggaran yang lengkap membantu Anda memahami kebutuhan modal secara lebih realistis. Dengan begitu, risiko kekurangan dana saat bisnis mulai berjalan dapat dikurangi.

3. Mengabaikan lokasi usaha

ilustrasi bisnis coffe shop
ilustrasi bisnis coffe shop (pexels.com/Sanket Sawale)

Lokasi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi performa sebuah franchise. Produk yang bagus sekalipun belum tentu memiliki penjualan optimal jika berada di lokasi yang kurang sesuai dengan target pasar. Karena itu, pemilihan lokasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.

Lakukan survei sederhana mengenai lalu lintas pengunjung, tingkat persaingan, dan karakter konsumen di sekitar lokasi. Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah sebuah tempat memiliki potensi yang baik untuk menjalankan bisnis.

4. Tidak mempelajari isi perjanjian franchise

ilustrasi cek dokumen
ilustrasi cek dokumen (pexels.com/Alena Darmel)

Perjanjian kerja sama franchise biasanya memuat berbagai ketentuan mengenai hak, kewajiban, biaya, hingga masa berlaku kerja sama. Mengabaikan isi kontrak dapat menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Karena itu, setiap poin dalam perjanjian perlu dipahami dengan baik sebelum menandatanganinya.

Jika ada bagian yang kurang jelas, jangan ragu untuk meminta penjelasan kepada pihak franchisor. Memahami isi kontrak sejak awal membantu mengurangi potensi sengketa di masa depan.

5. Tidak menyesuaikan dengan kemampuan sendiri

ilustrasi bisnis donat
ilustrasi bisnis donat (pexels.com/Lando Dong)

Tidak semua franchise cocok untuk setiap orang. Ada bisnis yang membutuhkan keterlibatan penuh setiap hari, sementara yang lain lebih fleksibel. Memilih franchise tanpa mempertimbangkan pengalaman, waktu, maupun kemampuan mengelola usaha dapat membuat operasional menjadi kurang optimal.

Sebaiknya pilih bisnis yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan sumber daya yang dimiliki. Dengan begitu, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha. Kesesuaian ini sering menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bisnis.

Memilih franchise pertama membutuhkan lebih dari sekadar melihat popularitas merek. Memahami biaya, memilih lokasi yang tepat, mempelajari isi perjanjian, serta menyesuaikan pilihan dengan kemampuan sendiri merupakan langkah penting sebelum mengambil keputusan.

Pada akhirnya, franchise tetap merupakan bentuk investasi yang memiliki risiko. Melakukan riset dan mempertimbangkan berbagai aspek sejak awal akan membantu Anda memilih peluang bisnis yang lebih sesuai dengan tujuan dan kondisi yang dimiliki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More