ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
"Selain itu, meningkatnya permintaan valuta asing (valas) untuk kebutuhan musiman domestik turut menekan cadangan devisa," tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, penurunan tersebut terjadi di tengah masuknya devisa yang berasal dari penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.