Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Caketum HIPMI Nilai Diplomasi Ekonomi Prabowo Dongkrak Investasi RI
Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Anthony Leong (dok. HIPMI)
  • Anthony Leong menilai diplomasi ekonomi Presiden Prabowo berhasil membuka peluang strategis bagi dunia usaha, termasuk peningkatan investasi, perluasan pasar ekspor, dan penciptaan lapangan kerja baru.
  • Realisasi investasi Indonesia tahun 2025 mencapai Rp1.931 triliun, melampaui target nasional serta menyerap lebih dari 2,71 juta tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi global.
  • Dalam satu setengah tahun terakhir, diplomasi ekonomi menghasilkan akumulasi investasi Rp2.430 triliun yang memperkuat hilirisasi industri dan memperluas kesempatan pengusaha muda di pasar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Anthony Leong menilai, diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan dampak nyata bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ia menyebut, langkah aktif pemerintah dalam menjalin kerja sama internasional telah membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan investasi hingga perluasan akses pasar ekspor Indonesia.

Di tengah persaingan investasi antarnegara yang semakin ketat, Anthony menilai Indonesia justru mampu menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi yang kompetitif dan menjanjikan pertumbuhan ekonomi.

1. Diplomasi ekonomi dorong peluang usaha baru

Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, pada Senin, (30/3/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Anthony menyoroti berbagai diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah, termasuk kunjungan luar negeri Prabowo yang dinilai menghasilkan dampak positif bagi perekonomian nasional. Ia menegaskan, bagi dunia usaha, ukuran utama keberhasilan diplomasi adalah dampaknya terhadap investasi, lapangan kerja, dan perluasan pasar.

"Dari perspektif dunia usaha, yang terpenting adalah manfaat yang dihasilkan bagi perekonomian nasional. Diplomasi ekonomi yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan menghadirkan peluang usaha baru tentu menjadi kabar positif bagi dunia usaha dan masyarakat luas," ujar Anthony dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

2. Realisasi investasi RI tembus Rp1.931 triliun

Ilustrasi investasi (pexels.com/lukas)

Anthony menyoroti data pemerintah yang menunjukkan realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target nasional sebesar Rp1.905,6 triliun. Capaian tersebut juga tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menyerap lebih dari 2,71 juta tenaga kerja.

Ia menilai tren tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia masih sangat kuat meski ekonomi global tengah melambat.

"Ketika banyak negara menghadapi perlambatan ekonomi, Indonesia justru mampu mencatat realisasi investasi hampir Rp2.000 triliun. Ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan," kata Anthony.

3. Hilirisasi dan investasi jadi fondasi ekonomi

Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan menemui Presiden China Xi Jinping. (www.twitter.com/@spokespersonCHN)

Lebih lanjut, Anthony juga menyoroti capaian diplomasi ekonomi yang menghasilkan akumulasi investasi senilai Rp2.430 triliun dalam sekitar satu setengah tahun terakhir, termasuk komitmen baru dari Jepang dan Korea Selatan senilai sekitar Rp575 triliun.

Ia menilai angka tersebut memiliki dampak strategis terhadap penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan program hilirisasi di berbagai sektor.

"Hilirisasi, investasi, dan pembukaan akses pasar global adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, dunia usaha tentu mendukung setiap langkah diplomasi yang menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," tegasnya.

Menurutnya, HIPMI memandang penguatan hubungan internasional akan semakin membuka ruang bagi pengusaha muda Indonesia untuk bersaing di pasar global dan memperluas jejaring bisnis internasional.

"Kalau dilihat ini outcome-nya kan sangat bagus. Dan ketika hasilnya berupa investasi triliunan rupiah, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, dan peningkatan kepercayaan investor, maka itu merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Kita dari dunia usaha selalu mendukung strategi geoekonomi yang luar biasa dari Bapak Presiden," pungkas Anthony.

Editorial Team

Related Article