Dunia Usaha Bakal Tahan Ekspansi dan Tunda Investasi 6 Bulan ke Depan

- Dunia usaha diperkirakan menahan ekspansi dan menunda investasi selama enam bulan ke depan akibat tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi.
- HIPMI menilai pelemahan rupiah yang disertai kenaikan suku bunga dapat memperlambat produksi, menekan margin usaha, serta menghambat penciptaan lapangan kerja.
- Stabilisasi rupiah menjadi fokus utama melalui intervensi moneter, penguatan kebijakan fiskal, percepatan devisa hasil ekspor, dan dukungan pembiayaan bagi UMKM serta industri padat karya.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira menilai dunia usaha akan bersikap lebih hati-hati dalam enam bulan ke depan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
"Pelaku usaha kemungkinan akan melakukan ekspansi secara lebih selektif, menunda sebagian investasi, serta fokus menjaga arus kas," ucapnya kepada IDN Timss, Jumat (5/6/2026).
1. Penciptaan lapangan kerja bisa tertahan

Ia mengingatkan risiko terhadap sektor riil akan meningkat apabila pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan kenaikan suku bunga dan melemahnya daya beli masyarakat.
"Yang paling kami khawatirkan, jika tekanan kurs bersamaan dengan kenaikan suku bunga dan pelemahan daya beli, dampaknya bisa masuk ke sektor riil. Produksi melambat, margin usaha turun, dan penciptaan lapangan kerja ikut tertahan," ujar Anggawira.
2 Stabilisasi rupiah harus jadi fokus utama

Oleh karena itu, HIPMI memandang stabilisasi rupiah perlu menjadi prioritas bersama. Selain intervensi moneter, pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan fiskal dan sektor riil melalui percepatan devisa hasil ekspor (DHE), penguatan ekspor, pengurangan ketergantungan impor bahan baku, kepastian insentif industri, serta menjaga likuiditas pembiayaan bagi UMKM dan industri padat karya.
Anggawira menegaskan dunia usaha masih mampu bertahan dalam jangka pendek.
"Apabila rupiah terus bertahan pada level yang lemah dalam waktu lama, tekanan terhadap harga barang dan daya beli masyarakat akan semakin sulit dihindari," tegasnya.
3. Rupiah dibuka hari ini pada level Rp18.027 per dolar AS

Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat(5/6/2026). Meski demikian nilai tukar rupiah masih melampaui Rp18 ribu.
Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.027 per dolar AS. Rupiah menguat 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan kemarin.


















