China Buka Penyelidikan Antidumping terhadap Impor Produk Uni Eropa

- China membuka penyelidikan antidumping atas impor p-nitrotoluena Uni Eropa setelah dua produsen domestik melaporkan dugaan kerugian akibat volume impor tinggi dan penurunan harga.
- Penyelidikan yang dimulai 3 Oktober 2026 ditargetkan rampung sebelum Oktober 2027, dengan kemungkinan perpanjangan enam bulan; Beijing menyoroti 28 penyelidikan trade remedy UE sejak 2025.
- Komisaris Eropa Maroš Šefčovič akan ke Beijing pada 8–9 Oktober untuk membahas perdagangan dan investasi, di tengah tuntutan UE terkait ekspor China serta defisit dagang besar.
Jakarta, IDN Times - China membuka penyelidikan antidumping terhadap impor p-nitrotoluena dari Uni Eropa (UE) pada Sabtu (3/10/2026), kurang dari sepekan sebelum Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maroš Šefčovič, dijadwalkan ke Beijing untuk membahas hubungan dagang kedua pihak.
Kementerian Perdagangan China mengatakan penyelidikan tersebut dilakukan setelah dua produsen domestik mengajukan permohonan pada 14 September 2026. Mereka menilai impor p-nitrotoluena dari UE merugikan produksi dan operasional industri China.
1. China selidiki impor p-nitrotoluena dari Uni Eropa

ilustrasi bendera Uni Eropa (commons.wikimedia.org/Håkan Dahlström from Malmö, Sweden) Mengutip Xinhua, bukti awal yang diajukan pemohon menunjukkan volume impor p-nitrotoluena dari UE tetap tinggi selama 2022 — 2025. Harga produk tersebut turun hampir 60 persen secara kumulatif dalam periode yang sama.
Juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa permohonan tersebut memenuhi persyaratan untuk membuka penyelidikan berdasarkan hukum China dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Juru bicara tersebut menambahkan, penyelidikan akan dilakukan sesuai dengan hukum dan peraturan yang relevan, hak semua pihak yang berkepentingan tetap dilindungi, serta keputusan diberikan secara objektif dan tidak memihak.
P-nitrotoluena, yang juga dikenal sebagai 4-nitrotoluena, terutama digunakan untuk memproduksi bahan kimia yang banyak dipakai dalam pembuatan pewarna, pigmen, pestisida, dan obat-obatan.
2. Penyelidikan ditargetkan selesai sebelum Oktober 2027

ilustrasi bendera China (commons.wikimedia.org/TurnOnTheNight) Penyelidikan dimulai pada Sabtu (3/10) dan diperkirakan selesai sebelum 3 Oktober 2027. China dapat memperpanjangnya hingga enam bulan dalam kondisi tertentu.
Langkah itu menyusul penyelidikan UE yang dibuka pada September terhadap impor polivinil klorida dari sejumlah negara, termasuk China. Beijing membantah bahwa daya saing produsennya berasal dari dukungan negara dan mengancam tindakan balasan terhadap langkah UE untuk memblokir perusahaan-perusahaannya.
"China telah berulang kali menegaskan bahwa Uni Eropa perlu menghadapi masalah ekonomi dan perdagangannya sendiri secara langsung serta menyelesaikan berbagai masalah yang menjadi perhatian bersama melalui dialog dan konsultasi," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China.
Kementerian Perdagangan China mengatakan UE telah membuka 28 penyelidikan trade remedy terhadap produk China sejak 2025. Sekitar setengahnya menyangkut produk kimia, termasuk tiga penyelidikan berturut-turut terhadap produk kimia China.
3. Komisaris perdagangan Uni Eropa ke Beijing pekan depan

Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi (commons.wikimedia.org/Claudio Centonze) Sefčovič dijadwalkan berada di Beijing pada 8 — 9 Oktober untuk memimpin bersama pertemuan Dewan Perdagangan dan Investasi UE-China serta bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
Euronews melaporkan kunjungan tersebut berlangsung menjelang batas waktu yang ditetapkan Brussels pada Juni untuk memperoleh hasil konkret dari dialog dengan Beijing. UE menginginkan China membatasi ekspor ke pasar Eropa dan memperpanjang kesepakatan penghentian sementara terkait ekspor logam tanah jarang.
Defisit perdagangan UE dengan China mencapai sekitar 1 miliar euro (setara Rp20,14 triliun) per hari. Sefčovič mengatakan perundingan harus menghasilkan hasil konkret. Jika tidak, ia memperingatkan akan muncul dorongan politik untuk mencari solusi melalui "instrumen lain", termasuk kemungkinan tindakan yang lebih keras.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















