Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Selundupkan Chip AI Nvidia ke China, Pengusaha AS Ditangkap

2 min read
Selundupkan Chip AI Nvidia ke China, Pengusaha AS Ditangkap
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
  • Pengusaha California Greg Lui ditangkap AS karena diduga menyelundupkan perangkat komputer canggih ke China, melanggar pembatasan ekspor teknologi tingkat tinggi.
  • Lui diduga memakai dokumen pembeli akhir palsu dan jalur transit Malaysia serta Singapura pada 2023–2024 untuk menyamarkan tujuan pengiriman server.
  • Perangkat bernilai sekitar 300 juta dolar AS itu memuat chip Nvidia H100; Lui didakwa konspirasi pelanggaran ekspor, penyelundupan, dan pencucian uang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Federal Amerika Serikat (AS) menangkap seorang pria asal California pada Kamis (1/10/2026), atas dugaan menyelundupkan perangkat keras komputer canggih ke China. Penangkapan ini merupakan langkah tegas pemerintah AS dalam menegakkan aturan larangan ekspor teknologi tingkat tinggi.

Pengiriman komponen elektronik mutakhir tersebut dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan nasional. Kasus ini sekaligus menjadi bukti komitmen aparat untuk terus memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan teknologi di pasar internasional.

  1. 1. Upaya menghindari pantauan bea cukai Amerika Serikat lewat negara transit

    Kantor pusat Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) (Ser Amantio di Nicolao, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
    Kantor pusat Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) (Ser Amantio di Nicolao, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

    Pemilik Earthmade Computer Inc., Greg Lui, diduga memalsukan dokumen pembeli akhir demi mendapatkan peladen (server) dari produsen AS. Dokumen pengiriman itu direkayasa seolah barang dikirim ke negara yang bebas aturan, sebelum akhirnya diteruskan ke China.

    Sekitar tahun 2023 hingga 2024, terdakwa menyelundupkan barang tersebut melalui Malaysia dan Singapura. Jalur ini dipilih karena prosedur pengiriman ke negara transit dinilai lebih longgar, sehingga barang bisa lolos dari pantauan bea cukai AS.

    "Dakwaan ini merinci siasat pelanggaran aturan ekspor melalui dokumen palsu dan rute transit yang rumit untuk menyamarkan tujuan akhir teknologi ke China," kata Asisten Jaksa Agung Bidang Keamanan Nasional AS, John A. Eisenberg, dilansir The Guardian.

  2. 2. Estimasi nilai perangkat selundupan bermuatan chip canggih Nvidia H100

    ilustrasi chip NVIDIA
    ilustrasi chip NVIDIA (pexels.com/Stas Knop)

    Seluruh perangkat yang diselundupkan ditaksir bernilai total 300 juta dolar AS (Rp5,36 triliun). Komputer tersebut dilengkapi chip pengolah grafis canggih Nvidia H100 yang dirancang khusus untuk melatih kecerdasan buatan serta memproses data skala besar.

    Perusahaan milik Lui tercatat menerima aliran dana lebih dari 176 juta dolar AS (Rp3,14 triliun) dari dua agen kargo di Malaysia antara Januari hingga Oktober 2024. Transaksi ini merupakan skema pembayaran bertahap untuk pembelian puluhan unit komputer tersebut.

    "Penyelidikan intelijen kami mengungkap bahwa terdakwa menjual teknologi komputer bernilai ratusan juta dolar ke China yang terang-terangan melanggar undang-undang ekspor," ujar Asisten Direktur Divisi Intelijen FBI, Roman Rozhavsky.

  3. 3. Ancaman hukuman puluhan tahun penjara

    hukum dan pengadilan
    Ilustrasi hukum dan pengadilan (pixabay/MiamiAccidentLawyer)

    Dewan juri pengadilan mendakwakan tiga kejahatan berat kepada Greg Lui. Dakwaan tersebut meliputi persekongkolan pelanggaran aturan ekspor, penyelundupan barang ke luar negeri, serta pencucian uang. Pengusaha berusia 38 tahun ini akan segera menjalani sidang perdana di Pengadilan Distrik Los Angeles.

    Terdakwa dihadapkan pada ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun untuk kasus ekspor, 20 tahun untuk pencucian uang, dan 10 tahun untuk penyelundupan. Sanksi berat berlapis ini dijatuhkan untuk memberikan efek jera.

    "Kami akan menuntut keras pihak mana pun yang nekat mengorbankan keamanan nasional demi meraup keuntungan pribadi," tegas Asisten Jaksa AS, Bill Essayli.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More