Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Untuk Pertama Kalinya, Pengaruh China Lampaui AS di Amerika Latin

2 min read
Untuk Pertama Kalinya, Pengaruh China Lampaui AS di Amerika Latin
ilustrasi peta Amerika Latin (pexels.com/Beate Vogl)
  • Survei Latinobarómetro 2026 terhadap 19.200 responden di 17 negara mencatat 65 persen menilai pengaruh China positif, melampaui AS yang memperoleh 57 persen.
  • Pergeseran persepsi dikaitkan dengan hubungan China yang makin erat dan akses produk impor lebih murah, sementara Kosta Rika serta Republik Dominika tetap lebih positif terhadap AS.
  • Meski pengaruh China unggul, citra AS masih lebih disukai, 63 persen berbanding 58 persen; mayoritas juga menyetujui penangkapan Nicolas Maduro oleh militer AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pengaruh China di Amerika Latin untuk pertama kalinya tercatat lebih besar dibandingkan Amerika Serikat (AS) sejak 1995. Temuan itu berasal dari survei Latinobarómetro 2026 yang dirilis pada Jumat (2/10/2026).

Survei tersebut melibatkan 19.200 responden dari 17 negara pada 7 Mei 2026 hingga 17 Juni  2026 dengan batas kesalahan 1 persen. Dilansir Al Jazeera, sebanyak 65 persen responden memberikan penilaian positif terhadap pengaruh China, naik dari 48 persen pada 2020.

Penilaian positif terhadap pengaruh AS justru turun dari 60 persen menjadi 57 persen. Mengutip News 18, Kosta Rika dan Republik Dominika menjadi satu-satunya wilayah dalam survei yang masih menilai pengaruh AS lebih positif dibandingkan China.

  1. 1. Marta Lagos menjelaskan pergeseran persepsi China

    ilustrasi survei
    ilustrasi survei (pexels.com/RDNE Stock project)

    Direktur Latinobarómetro, Marta Lagos, menjelaskan bahwa perubahan pandangan ini mencerminkan semakin eratnya hubungan Amerika Latin dengan kekuatan global lain di saat kehadiran Washington di kawasan tersebut dinilai terbatas. Selain itu, China juga meraih dukungan publik berkat penyediaan akses terhadap produk-produk impor yang lebih murah bagi masyarakat kawasan.

    “Kekosongan yang diisi China adalah kekosongan di kantong masyarakat, lebih dari apapun,” ujar Lagos kepada AFP.

    Survei tersebut digelar saat Presiden AS Donald Trump menjalani masa jabatan keduanya dengan pendekatan “Donroe Doctrine” untuk memperkuat pengaruh Washington di kawasan. Kebijakan militer Trump mencakup operasi penyerangan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba serta penangkapan pemimpin Venezuela saat itu, Nicolas Maduro, di Brasil.

  2. 2. Citra AS tetap lebih populer dibandingkan China

    Bendera Amerika Serikat
    Bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Meski pengaruh ekonomi China mendapat penilaian lebih positif, AS masih mencatat angka lebih tinggi dalam citra negara secara keseluruhan. Sebanyak 63 persen responden memiliki pandangan baik terhadap AS, sedangkan China memperoleh 58 persen.

    Tingkat kesukaan terhadap AS juga turun cukup jauh dari 73 persen pada 2024. Data survei menunjukkan perbedaan antara penilaian terhadap pengaruh negara dan citra negara secara umum.

  3. 3. Warga Amerika Latin menilai penangkapan Maduro

    Nicolas Maduro (kiri) bersama istrinya Cilia Flores (kanan) pada tahun 2019. (The Presidential Press and Information Office of Azerbaijan, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
    Nicolas Maduro (kiri) bersama istrinya Cilia Flores (kanan) pada tahun 2019. (The Presidential Press and Information Office of Azerbaijan, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Survei tersebut juga mencatat tanggapan publik mengenai penangkapan Maduro oleh militer AS. Mayoritas responden di seluruh negara yang disurvei, kecuali Argentina, menyatakan setuju terhadap tindakan tegas militer AS tersebut.

    Namun, hanya 35 persen responden yang menilai pencopotan mantan presiden itu memberikan dampak menguntungkan bagi Venezuela, sementara 28 persen lainnya menganggapnya merugikan. Warga Venezuela termasuk kelompok yang paling cenderung memberikan penilaian positif terhadap pengaruh AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More