Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Pembahasan antarpemimpin negara adidaya ini turut mencakup situasi di Rusia, Korea Utara, dan perang di Iran. Dilansir Business Standard, kedua negara menegaskan kesepakatan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Trump dan Xi juga menetapkan kesepahaman bersama bahwa tidak boleh ada satu pun negara atau institusi yang memungut bea transit pada jalur perairan internasional.
Kedua pemimpin sepakat untuk saling memberikan dukungan penuh dalam kapasitas masing-masing sebagai tuan rumah KTT APEC dan KTT G20 mendatang. Trump dan Xi menyatakan niat mereka untuk menghadiri forum ekonomi internasional yang diadakan di masing-masing negara mitra. Pada kesempatan yang sama, Trump turut mengusulkan perundingan pembatasan persenjataan secara trilateral yang melibatkan AS, Rusia, dan China.
Kedua kepala negara juga mengenang kembali sejarah kerja sama bilateral saat tentara AS dan China berjuang sebagai sekutu pada era Perang Dunia II. Trump menggarisbawahi kehadiran militer AS di kawasan Indo-Pasifik yang dinilai Gedung Putih telah menopang kemakmuran rakyat Amerika Serikat dari generasi ke generasi. Dalam penutupan lawatan ini, Xi mengumumkan rencananya untuk bertemu Trump dua kali lagi sebelum akhir tahun seiring komitmen kedua negara untuk terus memelihara dialog berlandaskan stabilitas strategis, saling menghormati, keadilan, dan prinsip timbal balik.