Jakarta, IDN Times - Konflik militer yang memanas di Timur Tengah kini memicu efek domino yang secara langsung mengancam stabilitas ekonomi dunia. Terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz telah memutus pasokan global untuk belerang (sulfur), bahan baku utama pembuatan asam sulfat yang sangat krusial bagi berbagai sektor industri.
Merespons krisis ini, China sebagai salah satu pemasok asam sulfat terbesar di dunia mengambil langkah drastis dengan menghentikan ekspor bahan kimia tersebut demi mengamankan kebutuhan industri manufaktur di dalam negerinya.
Keputusan Beijing ini langsung mengguncang rantai pasok global. Kebijakan mendadak yang diperkirakan bisa berlangsung hingga akhir 2026 ini menciptakan kepanikan lintas sektor, mulai dari pertambangan mineral kritis hingga pertanian dan ketahanan pangan.
