Mengintip Peluang Bisnis Jasa Ekspedisi di Destinasi Wisata

- Bisnis jasa ekspedisi di destinasi wisata seperti Bali berkembang pesat karena wisatawan mencari cara praktis dan hemat untuk mengirim barang bawaan setelah liburan.
- Layanan pengiriman Lion Parcel diminati wisatawan domestik dan turis asing yang mengirim oleh-oleh atau produk lokal ke berbagai kota dan negara dengan tarif bervariasi.
- Lion Parcel memperluas jaringan agen di daerah wisata untuk memudahkan akses layanan logistik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui sistem kemitraan.
Jakarta, IDN Times - Destinasi wisata favorit, seperti Bali menjadi peluang bagi berbagai jenis usaha atau bisnis. Salah satunya adalah bisnis jasa ekspedisi. Sebab, ada tantangan yang kerap dihadapi wisatawan dan solusinya bisa diberikan oleh jasa ekspedisi. Tantangan itu adalah barang bawaan setelah usai berlibur.
Dikarenakan biaya tambahan bagasi pesawat yang tidak sedikit, banyak wisatawan yang akhirnya mencari alternatif yang lebih praktis dan ekonomis untuk mengirimkan barang mereka ke kota maupun negara asal.
1. Agen jasa ekspedisi di Bali jadi langganan wisatawan

Salah satu agen Lion Parcel di Bali, Muhammad Ekhsan mengatakan dirinya sehari-hari melayani kebutuhan pengiriman wisatawan untuk membantu mempermudah perjalanan pulang mereka.
“Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan. Banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan karena lebih praktis dan hemat,” kata Ekhsan.
Dia pun melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang, hingga akhirnya dirinya mendaftarkan diri sebagai agen Lion Parcel.
Ekhsan mengatakan, dia melayani jasa pengiriman ke berbagai kota atau tujuan. Misalnya ke dari Denpasar ke Jakarta, dengan Lion Parcel, tarifnya Rp7 ribu - 37 ribu per kilogram (kg), tergantung layanan pengiriman yang dipilih.
“Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” ujar Ekhsan.
2. Jasa ekspedisi di destinasi wisata juga dibutuhkan turis asing

Tak hanya wisatawan domestik, turis asing pun menunjukkan kebiasaan serupa. Banyak di antaranya memanfaatkan layanan pengiriman internasional untuk mengirimkan produk khas Bali ke negara asal, mulai dari kerajinan tangan, aksesoris, fesyen, hingga suplemen lokal.
“Banyak turis asing yang tinggal cukup lama di Bali lalu mengirimkan produk lokal ke keluarga atau teman di negara asalnya, biasanya kirim ke Australia, Malaysia, Singapura. Customer juga memberikan testimoni positif, baik domestik maupun internasional, kirimannya cepat dan aman katanya,” ucap Ekhsan.
Tingginya kebutuhan pengiriman dari wisatawan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi Ekhsan yang telah bergabung menjadi agen Lion Parcel di Bali sejak 2021.
Didukung lokasi usaha yang strategis, upaya promosi seperti penyebaran brosur, hingga peningkatan visibilitas di platform digital, usaha yang dijalankannya semakin dikenal. Pelayanan yang responsif juga menjadi salah satu faktor penting yang membuat pelanggan kembali menggunakan jasanya.
“Bersyukur bisnis ini berkembang pesat. Saya melihat logistik sebagai bisnis yang potensial dan sangat dibutuhkan, terutama di daerah dengan aktivitas wisata yang tinggi seperti Bali. Selain permintaannya terus ada, sistem kemitraan dan komisi yang ditawarkan Lion Parcel juga memberikan peluang yang baik bagi kami para agen untuk terus berkembang,” tutur Ekhsan.
3. Pertumbuhan agen jasa ekspedisi di destinasi wisata meningkat

Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika menyampaikan logistik kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk sektor pariwisata.
“Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” ujar Febri.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan jaringan agen di berbagai daerah, termasuk di Bali, sebagai garda terdepan dan titik akses layanan bagi pelanggan.
Kehadiran agen ini memudahkan wisatawan dalam mengakses layanan logistik secara lebih dekat dan praktis.
“Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman, khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi,” tutur Febri.
Pada akhirnya, peran logistik kini tak terpisahkan dari dinamika pariwisata, khususnya di destinasi seperti Bali dengan mobilitas wisatawan yang tinggi.
Melalui kemudahan layanan pengiriman, dukungan terhadap pelaku usaha lokal, serta kehadiran agen sebagai garda terdepan di berbagai daerah, Lion Parcel tidak hanya membantu wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman, tetapi juga turut mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas.


















